nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Soal Pencopotan Personel karena Karhutla, Polri Mengaku Masih Evaluasi

Muhamad Rizky, Jurnalis · Jum'at 20 September 2019 16:25 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2019 09 20 337 2107340 soal-pencopotan-personel-karena-karhutla-polri-mengaku-masih-evaluasi-CAZ2EhCflL.jpg Ilustrasi penanganan kebakaran hutan

JAKARTA - Kapolri Jendral Pol Tito Karnavian telah membentuk tim dari unsur Itwasum dan Propam untuk menggali persoalan penanganan hukum yang dilakukan jajarannya terkait kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Sumatera dan Kalimantan.

Tito bahkan tak segan-segan akan mencopot bawahannya apabila terbukti tidak melakukan upaya maksimal dalam melakukan penganan Karhutla tersebut.

Terkait hal itu, Kadiv Humas Mabes Polri Irjen Pol M Iqbal menuturkan, sejauh ini pihaknya masih melakukan evaluasi terhadap jajaran polri yang tidak berupaya maksimal melakukan penanganan kebakaran sebagaimana perintah Kapolri.

"Dalam proses ini sedang didalami, dievaluasi, dianalisa, siapa yang masuk dalam kategori itu," kata Iqbal di Mabes Polri, Jumat (20/9/2019).

Ilustrasi

Sebagaimana perintah kapolri, kata Iqbal, sudah menegaskan bagi seluruh kasatwil mulai dari Kapolda, Kapolres, Kapolsek yang tidak malakukan upaya-upaya pereemtif, preventif, dan kerjasama dengan seluruh elemen masyarakat Forkompinda setempat akan dicopot.

"Pak kapolri bahkan memilih kalimat out, itu sudah sangat tegas, tetapi sy sampaikan diawal bahwa semua perangkat TNI-Polri ada di hotsopot sejak awal kejadian, teman-teman ikut disitu," ungkapnya.

Baca Juga : Polri Sebut Asap di Pekanbaru Sudah Clear, Langit Terlihat Biru

Sebelumnya, Tito juga menyebut adanya kejanggalan dalam kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang terjadi di beberapa wilayah Indonesia, terutama di Riau. Kejanggalan tersebut didapat berdasar pengamatannya dari helikopter.

"Areal yang kebakar hanya hutan saja, sedangkan areal kebun sawit dan tanaman lainnya tidak terbakar. Hal ini merupakan indikasi adanya unsur kesengajaan," katanya di Pekanbaru, Riau, Senin 16 September 2019.

Hal itu dikatakannya saat melakukan peninjauan Karhutla di Riau bersama Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto dan Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjen TNI Doni Monardo.

(aky)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini