nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Menikmati Sejarah di Kota Tua

Fadel Prayoga, Jurnalis · Sabtu 21 September 2019 09:01 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2019 09 20 337 2107317 menikmati-sejarah-di-kota-tua-qX1x5Pea5Z.jpeg Museum Sejarah Jakarta di Kota Tua, Jakarta Barat (Okezone.com/Fadel Prayoga)

MATAHARI hampir lenyap di ufuk barat. Para muda-mudi tampak menikmati senja di Kota Tua, Jakarta Barat, Selasa 17 September lalu. Ada yang asyik berswafoto dengan latar belakang bangunan-bangunan bersejarah, bersepeda onthel bahkan sekadar duduk-duduk sembari menikmati cemilan di pelataran Taman Fatahillah.

Lainnya tampa nongkrong di kafe-kafe sekitar lokasi, menikmati aneka minuman dan makanan.

Kota Tua merupakan salah satu destinasi wisata bersejarah yang saban hari ramai dikunjungi turis baik lokal maupun international. Paling banyak tentu saja di akhir pekan dan hari libur.

Nuansa tempo dulu peninggalan penjajahan Belanda masih terasa kental ketika menginjakkan kaki di sana.

Apalagi saat masyarakat melihat bangunan bercat putih dengan gaya arsitektur neoklasik yang berdiri kokoh di Taman Fatahillah. Gedung itu bernama Museum Sejarah Jakarta atau lebih populer Museum Fatahillah.Kota Tua

Koleksi Museum Sejarah Jakarta (Okezone.com/Fadel)

Tempat itu dulunya merupakan Balai Kota Batavia --nama Jakarta era pemerintahan Hindia Belanda-- yang dibangun pada 1707 oleh Gubernur Jenderal Joan van Hoorn. Setelah Indonesia merdeka, bangunan ini diambil alih. Pada 30 Maret 1974, Gubernur Jakarta Ali Sadikin meresmikan bangunan ini menjadi Museum Sejarah Jakarta.

Di halaman depan museum terdapat sebuah meriam yang dikenal dengan nama Si Jagur. Furnitur, prasasti dan benda bersejarah hingga lukisan yang terpajang di museum dua lantai ini jadi daya tarik tersendiri.

Saat masuk ke museum, kita bisa melihat salah satu lukisan dinding yang dibuat oleh pelukis Harijadi. Gambar itu menceritakan perjamuan makan yang dihadiri orang Belanda dengan warga berpakaian Jawa.

"Lukisan itu sejak 1975, atas permintaan Gubernur Ali Sadikin," kata Kasatlak Sarpras Unit Pengelola Museum Sejarah Jakarta, Hendro Handoyo kepada Okezone, tengah pekan ini.Kota Tua

(Okezone.com/Fadel)

Ada berbagai macam koleksi bersejarah yang tersimpan di Museum Sejarah Jakarta. Di antaranya pedang, prasasti, senapan, maupun patung replika.

Hendro menjelaskan, barang-barang itu ada yang sudah tersimpan di ruang penyimpanan khusus agar tetap terjaga nilai sejarahnya.

"Ada sekitar 6.000 koleksi yang tercatat ada di Museum Sejarah Jakarta," katanya.

Dulu, bangunan itu memiliki dua fungsi; sebagai Balai Kota dan pengadilan. Di dalamnya ada sebuah ruang sidang dengan desain meja oval yang dikelilingi beberapa kursi dan lemari arsip dari kayu. Untuk menghindari kerusakan, pengunjung dilarang menyentuh benda-benda itu.

"Kursi dan meja itu masih asli dari zaman Belanda," ujar Hendro.

Pengunjung juga bisa menyaksikan bukti kekejaman penjajah Belanda di Museum Sejarah Jakarta. Misalnya 6 penjara bawah tanah yang terletak di bagian belakang museum. Untuk masuk ke dalam, orang harus membungkukkan badan, udaranya pengap, dan minim oksigen.

Ruangan itu memiliki lebar 3 meter, panjang 6 meter, dan tinggi 1,6 meter.

Penjara itu dulunya jadi tempat menghukum orang-orang dianggap bersalah atau melawan Belanda. Mereka yang ditahan di sana kakinya dipasung dengan bola besi yang beratnya mencapai puluhan kilogram, agar tak bisa kabur.Kota Tua

Penjara bawah tanah di Kota Tua (Okezone.com/Fadel Prayoga)

Ada juga ruangan tempat Pangeran Diponegoro diasingkan oleh Belanda. Sebagai tahanan politik, Pangeran Diponegoro menempati ruang kecil berukuran 120 meter persegi.

Riwayat menyebutkan Pangeran Diponegoro terpenjara selama 26 hari. Dalam tahanan, ia ikut menulis surat kepada ibu dan putri sulungnya, sembari berikhtiar melawan penyakit malaria yang dideritanya.

Dalam kamar ini, terdapat sebuah ranjang, payung, tombak, serta beberapa surat yang sempat ditulis oleh Pangeran Diponegoro kepada Ibu dan anaknya yang ditulis menggunakan Bahasa Jawa Kuno.Kota Tua

Untuk masuk ke Museum Sejarah Jakarta, pengunjung harus bayar tiker Rp5.000 untuk orang dewasa. Kalau pelajar cukup bayar Rp2.000 sekali masuk.

Perawatan Museum Sejarah Jakarta

Pengelola memiliki petugas kebersihan yang terampil untuk membersihkan barang-barang antik di Museum Sejarah Jakarta. Mereka sudah dilatih oleh Dinas Pariwisata dan Kebudayaan.

"Cleaning service di museum beda dengan di kantoran. Mereka dilatih tata cara membersihkan benda bersejarah yang baik," katanya.

Museum Sejarah Jakarta terakhir kali direnovasi fisiknya pada 2014. Lalu, pada bagian tata letaknya pernah dilakukan perbaikan pada 2017. Tapi, itu tak mengubah nilai sejarah dan bentuk asli bangunan.

Menurut Henro, secara keseluruhan fisik Museum Sejarah Jakarta sudah tidak ada lagi yang perlu direnovasi dalam waktu dekat.

"Perawatan tahun ini cuma perbaikan kelistrikan saja. Enggak hafal dana yang dikeluarkan untuk perawatan tahun ini," katanya.

Qiday, wisatawan dari Riau mengaku tertarik menikmati bangunan-bangunan lama Kota Tua untuk mengenang sejarah Jakarta. “Kota Tua itu bagus untuk mengenang masa lalu,” katanya yang datang ke sana bersama istri.Kota Tua

Fiddy, warga Jakarta Selatan suka berkunjung ke Kota Tua karena lokasinya kini lebih tertata.

“Sekarang sudah lebih modern dan nyaman. Saat malam hari di Kota Tua kita bisa menikmati banyak hiburan mulai dari berfoto-foto dengan ikon Jakarta kayak ondel-ondel sampai kita bisa menikmati live musik juga. Jajanan di sana juga enak-enak,” katanya.

Pengunjung lainnya, Fazry mengaku Kota Tua sekarang lebih asyik karena bangunan sudah banyak dipugar sehingga perawatannya lebih terjaga dan banyak cafe-cafe yang menawarkan aneka kuliner, di samping jajanan kaki lima.

“Wisatawan jadi lebih mudah memilih,” ujar warga Jakarta Barat itu.

Sisi lain yang disukai Fazry di Kota Tua adalah bisa berfoto dengan manusia patung yang berdandan layaknya pejuang kemerdekaan bahkan setan-setanan.

“Paling seru foto sama orang-orangan patung itu, kalau dulu cuma satu atau dua, sekarang banyak.”

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini