nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Lebih Dekat dengan Palembang, Kota Tertua di Indonesia

Melly Puspita, Jurnalis · Sabtu 21 September 2019 10:36 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2019 09 20 337 2107269 lebih-dekat-dengan-palembang-kota-tertua-di-indonesia-RXje4HBwY3.jpg Palembang, Merupakan Kota Tertua di Indonesia Bahkan di Dunia (foto: Okezone/Melly Puspita)

PALEMBANG - Tahukah Anda Palembang merupakan kota tertua di Indonesia. Bahkan, menjadi salah satu kota tertua yang ada di Dunia. Kota Palembang disebut juga sebagai 'Bumi Sriwijaya' yang lahir pada 17 Bumi 683 atau 1336 tahun yang lalu.

Kali ini Okezone akan mengulik tentang Kota Palembang, tentang peninggalan sejarah, tentang Jembatan Ampera, Monumen dan lainnya. Ya meskipun hanya sedikit dari sebagian besar yang akan tertulis dalam untaian kata-kata ini.

Infografis Kota Tua di Indonesia (foto: Okezone)	 

Palembang tentu tidak bisa lepas dari Jembatan Ampera yang merupakan ikon kota Palembang dengan panjang total 1.117 meter. Sepanjang Okezone menelusuri setapak demi setapak jembatan ini sungguh bangunan sejarah yang luar biasa.

Jika kita ingin ke jembatan ini bisa menggunakan moda transportasi umum yang disediakan oleh Pemerintah setempat, bahkan dari tahun 2018 sudah ada stasiun Light Rail Transit (LRT) persis di samping jembatan Ampera.

Dari Bandara kita bisa langsung naik LRT dengan tujuan stasiun LRT Terpadu Ampera. Biaya cukup terjangkau hanya sebesar Rp 5 Ribu, atau kalau menaiki kendaraan pribadi bisa parkir di area samping jembatan Ampera yang disediakan.

Kita bisa menaiki tangga samping jembatan Ampera jika ingin menikmati pemandangan dari atas jembatan tersebut. Namun, karena ulah oknum nakal tangga yang ada menjadi bau pesing. Sangat disayangkan memang.

Lipsus Kota Tua, Palembang (foto: Okezone/Melly Puspita)	 

Meskipun dari Pemerintah Kota Palembang terus melakukan pembersihan di tangga jembatan, oknum nakal ini terus berulah dan berulah lagi.

"Pembersihan itu secara berkala hampir setiap hari kita lakukan penyiraman tangga untuk naik ke jembatan melalui dinas pemadam kebakaran. Karena memang perilaku masyarakat yang kurang tertib," ucap Amirudin, Kepala Bagian Humas Pemerintah Kota Palembang kepada Okezone.

Saat di atas jembatan kita bisa langsung menikmati pemandangan sekitar, mulai dari aktifitas masyarakat di sungai musi dan sebagainya. Di jembatan ini juga Pemkot Palembang menyediakan tempat duduk untuk melepas letih.

Dari jembatan ini kita juga bisa melihat Monumen Perjuangan Rakyat (Monpera) jarak dari Jembatan Ampera ke Monpera jika berjalan kaki hanya memakan waktu lebih kurang 2 menit saja.

Monumen ini selesai dibangun pada tahun 1988 dan diresmikan oleh Alamsyah Ratu Prawiranegara yang saat itu menjabat sebagai Menkokesra. Halaman monumen ini cukup luas. Namun, di halaman tersebut tidak boleh ada kendaraan diparkir, lokasi haruslah steril.

Lipsus Kota Tua, Palembang (foto: Okezone/Melly Puspita)	 

Tapi tenang saja, bisa parkir di samping jembatan Ampera kok. Di dalam Monpera Palembang pengunjung bisa mendapati berbagai macam koleksi sejarah tentang Palembang saat menghadapi agresi Militer Belanda II loh.

Masuk ke sini pengunjung hanya dikenakan tarif sebesar Rp5 ribu. Kondisi Monumen sangat terawat dan bersih. Bahkan disamping monumen berdiri rumah Sakit dr, A.K Gani. Tau dr AK.Gani? Itu adalah Gubernur Pertama Sumatera Selatan.

Persis di belakang Monpera kita akan menemukan Museum Sultan Mahmud Badaruddin II dulu halaman parkir museum ini sempat dijadikan tempat berkumpulnya oknum-oknum tidak bertanggung jawab, namun sejauh ini, objek wisata di Palembang mulai ditata rapi.

Lipsus Kota Tua, Palembang (foto: Okezone/Melly Puspita)

Beranjak dari Museum Sultan Mahmud Badaruddin II, kita dapat berjalan kaki ke Benteng Kuto Besak (BKB) lokasinya berada di depan Museum Sultan Mahmud Badaruddin II. BKB sangat sarat dengan kisah sejarah perjuangan para pejuang terdahulu. Dalam Benteng Kuto Besak terhubung langsung ke Rumah Sakit dr A.K Gani.

Lipsus Kota Tua, Palembang (foto: Okezone/Melly Puspita)	 

Benteng Kuto Besak sekarang difungsikan sebagai lokasi Akademi Kesehatan Kesdam/II Sriwijaya. Tentu tidak boleh sembarang masuk kesini ya. Tapi jangan khawatir di depan Benteng Kuto Besak tehampar luas pemandangan indah dari Sungai Musi loh.

Di sana akan ditemukan penjual makanan khas kota Palembang di Perahu Terapung. Mie tek-tek lesehan, dan masih banyak lagi. Oh iya, tapi masih patut hati-hati dengan oknum penjual di Benteng Kuto Besak yang nakal, sebelum bertransaksi sebaiknya ditanya harga terlebih dahulu dan mendetail ya teman.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini