nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Cuaca Buruk Hambat Pencarian Pesawat Twin Otter Hilang Kontak di Papua

Saldi Hermanto, Jurnalis · Jum'at 20 September 2019 14:27 WIB
https: img.okeinfo.net content 2019 09 20 337 2107254 cuaca-buruk-hambat-pencarian-pesawat-twin-otter-hilang-kontak-di-papua-G1hXIjRg28.jpg (Foto: Saldi Hermanto/Okezone)

TIMIKA - Tim SAR mengalami kendala akibat cuaca buruk dalam operasi pencarian pesawat Twin Otter PK-CDC di hari ketiga, sejak pagi hingga siang Pukul 14.20 Wit, Jumat (20/9/2019). Meski mengalami hambatan, upaya pencarian tetap dilakukan.

Tim sudah melakukan lima kali penerbangan hari ini untuk mencari pesawat hilang, namun pandangan tertutup awan atau kabut tebal. "Kita terkendala dengan cuaca berkabut, sehingga efisiensi pencarian belum maksimal," kata Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Timika, Monce Brury, sekaligus bertindak sebagai Kepala Operasi SAR pencarian pesawat.

Titik pencarian masih fokus di jarak 37,5 notical mile (Nm) atau berjarak 15 mil dari Ilaga, Kabupaten Puncak atau 43 mil dari Kabupaten Mimika, yang merupakan lokasi terakhir pesawat hilang kontak Pukul 01.59 UTC dengan radial atau arah 055 derajat.

Foto: Saldi Hermanto

"Kita semua masih menunggu, kalau ada perubahan cuaca, kita langsung segera berangkat (pencarian)," katanya.

Pesawat dengan register PK-CDC yang dioperasikan PT Carpediem Aviasi Mandiri hilang kontak setelah bertolak dari Bandara Mozes Kilangin Timika Pukul 10.31 Wit. Pesawat itu diperkirakan mendarat di Bandara Aminggaru Ilaga Pukul 11.09 Wit.

Namun, berdasarkan sky track terakhir atau pantauan jalur udara pesawat hilang kontak di pukul 01.59 UTC atau 10.59 Wit. Selang 2,5 jam dari perkiraan tiba di Bandara Aminggaru, pihak AirNav Bandara Mozes Kilangin Timika menyatakan pesawat mengalami lost contact dan hilang hingga kini.

Foto: Saldi Hermanto

Pesawat ini diketahui memuat kargo logistik berupa beras seberat 1.700 kilogram dan seorang penumpang yang merupakan anggota Brimob dari Resimen II, Bharada Hadi Utomo. Pesawat sendiri dipiloti Dasep Sobirin dan Co Pilot Yudra Tutuko, berserta di dalamnya seorang teknisi bernama Ujang.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini