nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

249 Orang dan 6 Korporasi Jadi Tersangka Karhutla Sumatera-Kalimantan

Muhamad Rizky, Jurnalis · Jum'at 20 September 2019 13:57 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2019 09 20 337 2107228 249-orang-dan-6-korporasi-jadi-tersangka-karhutla-sumatera-kalimantan-9dwm7LZEPD.jpg Kadiv Humas Polri Irjen M Iqbal (Foto: Okezone)

JAKARTA - Polri terus mengungkap pelaku kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Sumatera dan Kalimantan. Sejauh ini, 249 orang dan enam korporasi telah ditetapkan sebagai tersangka. 

"Sampai saat ini, ada 249 orang tersangka yang udah ditetapkan sebagai tersangka dan ini berproses di antaranya di antara tersangka, korporasi ada enam, yang tersebar di seluruh Polda," kata Kepala Divisi Humas Mabes Polri Irjen Pol M Iqbal di Mabes Polri, Jakarta, Jumat (20/9/2019).

Baca Juga: 5 Penerbangan Delay Akibat Kabut Asap di Bandara Sultan Mahmud Badarudin II Palembang

Iqbal mengungkapkan, hingga saat ini pihaknya melalui Ditipiter Bareskrim Polri masih berada di lokasi untuk melakukan upaya proses hukum terhadap sejumlah lahan milik korporasi. Menurutnya, tidak menutup kemungkinan tersangka dari pihak korporasi akan bertambah.

"Beberapa lahan milik korporasi di police line dan dipastikan akan bertambah ya tersangka dari korporasi ini," tuturnya.

Karhutla

Kendati demikian, Iqbal tidak merinci korporasi mana saja yang sudah ditetapkan sebagai tersangka tersebut. Hanya saja ke-6 korporasi itu tersebar di beberapa wilayah yang menjadi lokasi Karhutla baik di Sumatera maupun Kalimantan.

"Satu dari Polda Riau, dari Sulawesi Selatan 1, Polda Jambi 1, Polda Kalimantan Timur 1, Polda Kalimantan Barat 2 ya," tuturnya.

Baca Juga: Viral TNI Bekuk Pembakar Lahan, Awalnya Diajak Ngobrol Terus Dibanting

Iqbal menambahkan, saat ini Satgas TNI-Polri terus bekerja melakukan upaya-upaya pemadaman. Mulai dari top manajer tingkat Kapolres, Dandim sampai pelaksana banyak yang bermalam di lokasi-lokasi titik api untuk semaksimal mungkin melakukan pemadaman

"Ini adalah upaya keras ya dan pembuktian secara ilmiah dari Polri untuk melakukan upaya-upaya jangan sampai ada lagi pembakaran-pembakaran ini sehingga masyarakat dirugikan," ujarnya.

(Ari)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini