nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Aher Kembali Dipanggil KPK Terkait Kasus Suap Proyek Meikarta

Arie Dwi Satrio, Jurnalis · Jum'at 20 September 2019 11:05 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2019 09 20 337 2107164 aher-kembali-dipanggil-kpk-terkait-kasus-suap-proyek-meikarta-6yLJsMy281.jpg Mantan Gubernur Jawa Barat Ahmah Heryawan (Aher) (foto: Okezone)

JAKARTA - Mantan Gubernur Jawa Barat (Jabar), Ahmad Heryawan (Aher) kembali masuk dalam agenda pemeriksaan tim penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), pada hari ini. Sedianya, Aher akan diperiksa dalam kapasitasnya sebagai saksi.

Aher akan digali keterangannya terkait kasus dugaan suap perizinan proyek pembangunan Meikarta. Nantinya, dia diperiksa untuk melengkapi berkas penyidikan mantan Sekretaris Daerah (Sekda) Jabar non-aktif, Iwa Karniwa (IWK).

Baca Juga: 2 Ajudan Sekda Jabar Iwa Karniwa Diperiksa KPK 

Juru Bicara KPK Febri Diansyah (foto: Okezone)

"Yang bersangkutan diperiksa sebagai saksi untuk tersangka IWK," kata Juru Bicara KPK, Febri Diansyah di kantornya, Jalan Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Jumat (20/9/2019).

KPK sebelumnya telah memeriksa Aher, pada 27 Agustus 2019. Saat itu, Aher dicecar oleh penyidik terkait fungsi Badan Koordinasi Penata Ruang Daerah (BKPRD).‎ Kendati demikian, belum diketahui apa yang akan digali kembali oleh penyidik terhadap Aher pada hari ini.

Sekretaris Daerah (Sekda) Pemprov Jawa Barat (Jabar) non-aktif, Iwa Karniwa (IWK) sudah ditetapkan KPK sebagai tersangka pengembangan kasus dugaan suap pengurusan izin mega proyek Meikarta di Cikarang.

Iwa Karniwa diduga menerima suap Rp900 juta untuk mengurus Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang Rencana Detail Tata Ruang (RDTR) Kabupaten Bekasi yang masih berkaitan dengan proyek Meikarta. Selain Iwa, KPK juga telah menetapkan mantan Presiden Direktur (Presdir) PT Lippo Cikarang, Bartholomeus Toto (BTO) sebagai tersangka dalam pengembangan perkara ini.

Baca Juga: KPK Cecar Mantan Gubernur Jabar Aher Soal Perizinan Proyek Meikarta 

Bartholomeus diduga bersama-sama dengan terpidana kasus korupsi ini yaitu, Billy Sindoro, Henry Jasmen, Taryudi, serta Fitra Djaja Purnama berupaya meloloskan Izin Pemanfaatan Penggunaan Tanah (IPPT) terkait pembangunan proyek Meikarta.‎

Mereka diduga menyuap mantan Bupati Bekasi, Neneng Hasanah Yasin sebesar Rp10,5 miliar. Uang tersebut untuk mengurus IPPT terkait pembangunan proyek Meikarta di Cikarang, Jawa Barat.

(fid)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini