nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

NasDem Pasrah Bila Jokowi Tak Beri Kursi Menteri Lebih dari 3

Fadel Prayoga, Jurnalis · Jum'at 20 September 2019 07:05 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2019 09 20 337 2107099 nasdem-pasrah-bila-jokowi-tak-beri-kursi-menteri-lebih-dari-3-UNmnpvj4dY.jpg Politisi NasDem, Irma (foto: Okezone)

JAKARTA - Partai NasDem mendapat jatah 3 kursi menteri dalam kabinet Koalisi Indonesia Kerja Jilid I. Ketiganya adalah Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan; Menteri Perdagangan Enggar Lukito; dan Jaksa Agung HM Prasetyo.

Ketua DPP Partai NasDem, Irma Suryani mengatakan, pihaknya pasrah bila jumlah kadernya yang dipilih menjadi menteri nanti berkurang dari periode sebelumnya. Sebab itu merupakan hak prerogatif Presiden Joko Widodo (Jokowi) dalam menentukan sosok yang dipilih menjadi pembantunya.

"Terserah presiden (mau pilih kader Partai NasDem berapa). Jadi kita tidak boleh merusak konsentrasi presiden," kata Irma kepada Okezone, Jumat (20/9/2019).

 Baca juga: Jokowi Disarankan Pilih Menhan yang Miliki Skill Negosiasi Perdamaian

Ia mengaku, NasDem telah menyerahkan nama-nama kader untuk dipilih oleh Jokowi sebagai menteri. Namun, ia enggan menjelaskan ihwal sosok dan jumlah kader yang dikirim kepada mantan gubernur DKI Jakarta tersebut.

"Biar itu menjadi hak prerogatif presiden. Kita siapkan nama-nama aja yang kira-kira posisinya diminta presiden," ujarnya.

Terkait posisi menteri yang diincar oleh pihaknya, ia hanya menjawab secara diplomatis. "Pokoknya pak presiden kan punya program utama. Nah itu juga yang jadi prioritas NasDem," katanya.

 Baca juga: Jokowi Undang Buya Syafii Konsultasi soal Menteri

Sebelumnya, Presiden Jokowi mengundang anggota Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) Buya Syafii Maarif ke Istana Kepresidenan, Jakarta, kemarin. Pertemuan itu membahas sosok kader partai yang ideal menduduki kursi menteri di kabinet Koalisi Indonesia Kerja Jilid II.

Buya menyebut, sosok menteri pada Kabinet Kerja jilid II mendatang akan banyak berasal dari partai politik yang mendukung pasangan Jokowi-Ma'ruf, dan para akademisi.

"Tapi orang-orangnya yang profesional, punya integritas," ujarnya, kemarin.

(wal)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini