nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Melchias Markus Mekeng Kembali Mangkir dari Panggilan KPK

Arie Dwi Satrio, Jurnalis · Kamis 19 September 2019 21:18 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2019 09 19 337 2107033 melchias-markus-mekeng-kembali-mangkir-dari-panggilan-kpk-BhUbvHEtLD.jpg Melchias Markus Mekeng (Foto: Istimewa)

JAKARTA - Ketua Fraksi Partai Golkar DPR RI, Melchias Markus Mekeng kembali mangkir alias tidak memenuhi panggilan pemeriksaan tim penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), pada hari ini. Sedianya, Mekeng dipanggil untuk diperiksa dalam kapasitasnya sebagai saksi.

Mekeng mengirimkan surat ketidakhadirannya ke KPK dengan alasan sedang ada kegiatan dinas di luar negeri terkait pembahasan Rancangan Undang-Undang (RUU) Bea Material. Selain itu, Mekeng juga beralasan sedang melakukan pemeriksaan kesehatan.

"Yang bersangkutan mengirimkan surat sedang ada kegiatan dinas ke luar negeri dan melakukan check up kesehatan. Kegiatan disebut dalam rangka pembahasan RUU Bea Material," kata Juru Bicara KPK, Febri Diansyah melalui pesan singkatnya, Kamis (19/9/2019).

Sedianya, Mekeng akan digali keterangannya terkait kasus dugaan suap terminasi Perjanjian Karya Pengusahaan Pertambangan Batubara (PKP2B) PT Asmin Koalindo Tuhup (PT AKT) di Kementerian ESDM, pada hari ini. Dia akan diperiksa untuk tersangka Samin Tan (SMT).

KPK

Baca Juga: KPK Kembali Panggil Melchias Markus Mekeng

KPK sendiri sebenarnya telah mencegah Melchias Mekeng dan pemilik PT BORN, Samin Tan untuk bepergian ke luar negeri. Keduanya dilarang pergi ke negara luar negeri untuk enam bulan ke depan.

Kasus suap pengurusan terminasi ini merupakan pengembangan dari kasus suap PLTU Riau-1 yang menjerat beberapa pihak. Samin Tan sendiri sudah ditetapkan sebagai tersangka pada medio Februari 2019. Namun, KPK belum melakukan penahanan terhadap Samin Tan.

Samin Tan diduga menyuap Eni. Tujuan pemberian suap itu agar Eni membantu proses pengurusan terminasi kontrak PKP2B PT AKT di Kementerian ESDM. PT AKT telah diakuisisi PT BORN.

Eni menyanggupi permintaan Samin Tan. Eni yang saat itu menjadi anggota Panja Minerba di Komisi VII DPR menggunakan forum rapat dengar pendapat untuk memengaruhi pihak Kementerian ESDM.

Dalam proses penyelesaian, Eni diduga meminta sejumlah uang kepada Samin Tan untuk keperluan pilkada suaminya, Muhammad Al Khadziq, di Kabupaten Temanggung. Pemberian itu terjadi dalam dua tahap melalui staf Samin Tan, dan tenaga ahli Eni Maulani Saragih.

Pemberian pertama sebesar Rp4 miliar dilakukan pada 1 Juni 2018, dan pemberian kedua terjadi pada 22 Juni 2018 sebanyak Rp1 miliar. Total suap yang diterima Eni dari Samin Tan sebanyak Rp5 miliar.

Samin Tan disangkakan melanggar Pasal 5 Ayat (1) huruf a atau Pasal 13 UU Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Juncto Pasal 64 Ayat (1) KUHP.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini