nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Indonesia-Malaysia Perkuat Kerja Sama Bidang Komunikasi dan Informasi

Fakhrizal Fakhri , Jurnalis · Kamis 19 September 2019 15:12 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2019 09 19 337 2106838 indonesia-malaysia-perkuat-kerja-sama-bidang-komunikasi-dan-informasi-jPred2Rskv.jpg Kemenkominfo perkuat kerja sama dengan Malaysia (Foto: Ist)

JAKARTA - Kementerian Informasi dan Komunikasi (Kominfo) menerima para delegasi jabatan penerangan Malaysia, Kementerian Komunikasi dan Multimedia Negara Malaysia yang melakukan kunjungan ke Kementerian Kominfo.

Dalam kesempatan itu, kedua negara sepakat memperkuat kerja sama bidang komunikasi dan informasi. Salah satunya melalui pertukaran pegawai Indonesia dan Malaysia bidang pelayanan informasi dan komunikasi, khususnya terkait layanan informasi pedesaan sudah berlangsung sejak tahun 1984.

"Tujuan kunjungan ini untuk mempererat jalinan persahabatan antara Malaysia dan Indonesia khususnya di bidang komunikasi pemerintah. Untuk itu, baik Delegasi Malaysia maupun kita (Indonesia) bisa saling mengeksplorasi dan sharing perkembangan Government Public Relation (GPR) di masing-masing negara," ujar Dirjen Informasi dan Komunikasi Publik Kemenkominfo Widodo Muktiyo dalam keterangan tertulisnya, Kamis (19/9/2019).

Baca Juga: Menkominfo: 20 Negara Ikut Sebarkan Hoaks soal Papua 

Widodo memberikan penjelasan cara pemerintah Indonesia menangani hoaks. Berdasarkan data yang dimiliki Kominfo (melalui Tim AIS), jumlah temuan isu hoaks terus meningkat dari waktu ke waktu.

Ilustrasi 

Jumlah penanganan situs negatif hingga tahun 2018 adalah lebih dari 980 ribu. Sementara jumlah penanganan konten negatif di media sosial dalam kurun waktu yang sama mencapai 547.506

Ia memaparkan strategi GPR yang dilakukan oleh Kominfo dimulai dengan menyinergikan seluruh data dan informasi dari seluruh K/L/D serta stakeholder lainnya untuk kemudian dilakukan manajemen isu untuk menentukan agenda setting di media.

Setelah agenda setting dirumuskan, Kominfo bersama dengan K/L/D melakukan produksi konten untuk kemudian didiseminasikan melalui berbagai kanal atau media yang tepat sesuai dengan karakter konten dan target audiens yang sesuai.

"Dalam menghadapi fenomena hoax dan hatespeech saat ini, kami mengupayakan bukan hanya countering konten negatif tersebut tetapi juga membangun ketahanan informasi sehingga tercipta kedaulatan informasi," ujar Widodo.

Baca Juga: Kominfo Klaim Sebaran Hoaks dan Hasutan soal Papua Menurun

Widodo juga memamerkan capaian Kominfo yang kini memiliki berbagai kanal penyebaran informasi seperti GPR TV, infopublik.id, Forum Merdeka Barat 9, JPP, dan lain sebagainya. Sementara jaringan kemitraan yang dimiliki di luar K/L/D adalah Blogger, Satuan Tugas Media Sosial, Media Center, Iprahumas, Bakohumas, Lembaga Media Tradisional, Penyuluh Informasi Publik dan salah satu di antaranya adalah Kelompok Informasi Masyarakat (KIM).

KIM adalah bentuk paradigma komunikasi masyarakat dengan model komunikasi “communication with people” bukan model “communication to people”. Untuk itu, kehadiran KIM sangat strategis sebagai simpul informasi antara Pemerintah dan Masyarakat, khususnya grassroot area untuk mengamplifikasi diseminasi informasi nasional kepada masyarakat.

"Dalam kesempatan ini, saya mengajak Kementerian Komunikasi dan Multimedia Malaysia untuk terus menggali peluang kerjasama antar kedua negara. Harapannya ke depan, Indonesia dan Malaysia dapat terus bersinergi dalam hal peningkatan kualitas pengelolaan komunikasi publik di masing-masing negara," ujarnya.

"Sebagai negara serumpun, Indonesia dan Malaysia merupakan dua negara dengan latar sejarah dan kultural yang serupa meski tak sama. Ditambah dengan letaknya yang berdekatan secara geografis, sebagai negara yang bertetangga, tentu jalinan kerja sama yang harmonis perlu terus dibina dan dipelihara," ujarnya.

Pada acara audiensi tersebut, hadir Pengarah Jabatan Penerangan Negeri Pahang selaku Ketua Delegasi Negara Malaysia, Mohd Salmun Bin Mustafa, Penolong Pengarah Jabatan Penerangan W.P Labuan, Abdul Aziz Bin Mohd Salleh, Penolong Pengarah Caw. Khidmat Pengurusan & Kewangan, Nurhasnani Bte Abdul Wahab, Penolong Pengarah Jabatan Penerangan Negeri Sarawak, Freda Anak Mathew Manggi dan Penolong Pengarah Bahagian Perhubungan Antarabangsa Jabatan Penerangan Malaysia, Laly Haizan Bte Bahari.

Dalam rangkaian kegiatan Kunjungan Pegawai Penerangan Malaysia ke Indonesia, Delegasi Malaysia akan berkunjung langsung ke salah satu kota terbaik dalam implementasi smart city yaitu kota Tengerang dengan comand center-nya "Live Tangerang".

Kemudian langsung bertolak ke kota Sabang, para delegasi Malaysia itu juga melakukan kunjungan ke Banda Aceh bersilahturahmi dan sharing pengalaman tentang tata kelola komunikasi pemerintah dengan Jajaran Pejabat Pemerintah Provinsi Aceh, khususnya Dinas Komunikasi, Informatika, dan Persandian Provinsi Aceh.

Kemudian dilanjutkan kunjungan ke kota Sabang, Provinsi Aceh untuk meninjau langsung aktifitas KIM dalam memanfaatkan TIK untuk mendiseminasikan informasi kepada masyarakat.

"Harapan ke depan dengan adanya kunjungan ini bisa menjalin mitra KIM dan Kelompok Harapan Malaysia (KHM)," tuturnya.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini