nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Imam Nahrawi Jadi Tersangka, Perindo: Bukti Jokowi Tak Lindungi Siapa pun!

Achmad Fardiansyah , Jurnalis · Kamis 19 September 2019 14:59 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2019 09 19 337 2106832 imam-nahrawi-jadi-tersangka-perindo-bukti-jokowi-tak-lindungi-siapa-pun-dwLM0sRy7E.jpg Sekjen DPP Partai Perindo Ahmad Rofiq (Foto: Okezone)

JAKARTA - Sekjen DPP Partai Perindo, Ahmad Rofiq menegaskan penetapan mantan Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Imam Nahrawi sebagai tersangka kasus dugaan suap dana hibah KONI bukti Presiden Joko Widodo (Jokowi) tidak tebang pilih. Membuktikan pula Jokowi tidak melindungi siapa pun, bahkan menterinya sendiri.

"Terbukti Pak Jokowi tidak melindungi siapa pun yang telah melanggar hukum," ujarnya kepada Okezone, Kamis (18/9/2019).

Rofiq menambahkan, penetapan politikus Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) itu sebagai tersangka juga menandakan kalau Jokowi berada di garis depan dalam pemberantasan korupsi. Jokowi menunjukkan komitmennya dalam penegakan hukum.

"Dengan status tersangkanya Menpora saat ini. Ini menunjukkan bahwa komitmen Pak Jokowi dalam memberantas korupsi berada di garda depan," katanya.

Baca Juga: Jadi Tersangka, Menpora Imam Nahrawi Diduga Terima Suap Rp26,5 Miliar

Imam Nahrawi

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menetapkan Imam Nahrawi sebagai tersangka dalam kasus dugaan suap dana hibah KONI. Ia diduga menerima suap Rp26,5 miliar sebagai commitment fee atas pengurusan proposal dana hibah.

"Uang tersebut diduga digunakan untuk kepentingan pribadi Menpora dan pihak lain yang terkait," kata Wakil Ketua KPK Alexander Marwata.

Penerimaan uang itu dilakukan sebanyak dua kali. Pertama, Imam diduga menerima uang pada rentan 2014-2018 melalui asisten pribadinya senilai Rp14,7 dan kedua pada medio tahun 2016-2018 sebanyak Rp11,8 miliar.

Atas perbuatannya Imam disangka melanggar Pasal 12 huruf a atau huruf b atau Pasal 11 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Jo Pasal 55 Ayat (1) Pasal 64 Ayat (1) KUHP.

Baca Juga: Tangis Imam Nahrawi Pecah saat Pamit Dengan Pegawai Kemenpora

(Ari)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini