nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Tak Ada Petasan, 3 Polisi Umbar Tembakan untuk Meriahkan Pesta Pernikahan di Lampung

Melly Puspita, Jurnalis · Kamis 19 September 2019 13:56 WIB
https: img.okeinfo.net content 2019 09 19 337 2106794 tak-ada-petasan-3-polisi-umbar-tembakan-untuk-meriahkan-pesta-pernikahan-di-lampung-rbjLk9z0ng.jpg ilustrasi (Shutterstock)

PALEMBANG – Tiga oknum polisi mengumbar tembakan di sebuah resepsi pernikahan di Jalan Abrati, Kelurahan Kotabumi Udik, Kecamatan Kotabumi, Kabupaten Lampung Utara, Lampung, untuk memeriahkan cara. Apesnya, ketiga polisi itu harus berurusan dengan Propam.

Kejadiannya diduga terjadi pada 15 September 2019. Video ketiga polisi mengumbar rentetan tembakan senjata api sempat viral di media sosial. Propam akhirnya turun tangan memeriksa ketiga polisi berinisial Bharatu AI, Briptu OK dan Bripka WE tersebut.

Resepsi pernikahan digelar keluarga Firdaus Amir selama tiga hari sejak 13 September. Ketiga polisi adalah bagian dari keluarga itu.

Dalam resepsi pernikahan tersebut digelar tradisi Begawai yakni pemberian gelar adat Lampung yang di dalamnya dilaksanakan dengan ritual mandi dan pepaduan. Saat turun untuk mandi, biasanya ada tradisi membunyikan sesuatu seperti membakar petasan atau mercon untuk memeriahkan acara.polisi

Kabid Humas Polda Lampung, AKBP Zahwani Pandra mengatakan, kebetulan saat itu tidak ada petasan, akhirnya ketiga polisi berinisiatif meletuskan tembakan dari senjata api yang dibawanya sebagai penggantinya suara mercon.

"Mereka bertiga berinisiatif melakukan bunyi-bunyian itu dengan senjata. Ketiga oknum tersebut menggunakan senjata laras pendek dan laras panjang," kata Pandra saat dikonfirmasi Okezone, Kamis (19/9/2019).

Menurutnya ketiga oknum tersebut sedang diperiksa Propam dan diselidiki oleh Polda Lampung atas dugaan menyalahgunakan senjata api.

Sesuai Peraturan Kapolri Nomor 1 Tahun 2019, penggunaan senjata api dilakukan hanya dalam keadaan mendesak. "Senjata api itu digunakan apabila ada keadaan mendesak dan membahayakan petugas dan membahayakan orang lain,” ujar Pandra.

Dia belum bisa memastikan apa sanksi terhadap ketiga polisi jika terbukti melanggar.

“Ketiganya sudah diperiksa propam nanti kewenangannya ada di propam," kata Zahwani Pandra.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini