Imam Nahrawi Ditetapkan Tersangka, Aktivitas Kemenpora Berjalan seperti Biasa

Harits Tryan Akhmad, Okezone · Kamis 19 September 2019 12:23 WIB
https: img.okezone.com content 2019 09 19 337 2106752 imam-nahrawi-ditetapkan-tersangka-aktivitas-kemenpora-berjalan-sepeti-biasa-YDzEGmdR8H.jpg Imam Nahrawi.

JAKARTA - Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Imam Nahrawi ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus dugaan suap dana hibah KONI. Pasca-penetapan tersebut, aktivitas di Kemenpora terpantau berjalan seperti biasanya.

Sesmenpora Gatot S Dewa Broto memastikan jajarannya tetap bekerja seperti biasa, meskipun saat ini Menpora Imam Nahrawi tengah tersandung kasus hukum.

"Jadi saya sendiri selaku Sesmen juga sudah mengingatkan seluruh jajaran di sini bahwa proses kantor tetap berjalan seperti biasa, tidak ada hal-hal terhenti dan Pak Menteri sendiri juga sudah mengatakan Beliau mengikuti proses hukum yang ada," ujar Gatot di Kantor Kemenpora, Senayan, Jakarta, Kamis (19/8/2019).

Dikatakan Gatot, dirinya juga belum bisa memastikan apakah nantinya Imam Nahrawi masih akan berkantor atau tidak. "Kami belum dapat informasi apakah Beliau masih berkantor atau tidak. Kami belum ada arahan lebih lanjut dari Beliau," tuturnya.

Gatot mengaku terkejut dan sedih atas ditetapkannya Imam Nahrawi sebagai tersangka kasus suap dana hibah Koni oleh lembaga antirasuah. Dia berharap kasus hukum yang ada berjalan sesuai koridor hukum.

Imam Nahrawi

"Kami tentu merasa terkejut, sedih dan prihatin dan berharap pak Menteri bisa tabah menghadapi masalah ini," tutup Gatot.

KPK menetapkan Imam Nahrawi dan Asisten Pribadi Menpora Miftahul Ulum sebagai tersangka. Mereka berdua ditetapkan dalam rangka pengembangan kasus ini sebelumnya.

Imam Nahrawi diduga telah menerima uang senilai Rp26,5 miliar terkait dengan perkara ini. Penerimaan itu diketahui terjadi dua kali, pertama sebanyak Rp14,7 miliar dan Rp11,8 miliar.

Dalam perkara ini, Imam dan Ulum disangka melanggar Pasal 12 huruf a atau huruf b atau Pasal 11 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo Pasal 55 ayat (1) Pasal 64 ayat (1) KUHP.

Sebelumnya, KPK telah ‎menetapkan lima tersangka terkait kasus dugaan suap penyaluran dana bantuan atau hibah dari pemerintah melalui Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) untuk Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI).

Kelimanya yakni, Sekretaris Jenderal (Sekjen) KONI, Ending Fuad Hamidy (EFH); ‎Bendahara Umum (Bendum) KONI, Jhonny E. Awuy (JEA);Deputi IV Kementerian Pemuda dan Olahraga, Mulyana (MUL); Pejabat Pembuat Komitmen pada Kemenpora, Adhi Purnomo (AP); serta Staf Kemenpora, Eko Triyanto (ET).

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini