nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Mantan Direktur PT Garuda Indonesia Dipanggil KPK Terkait Suap Pesawat

Arie Dwi Satrio, Jurnalis · Kamis 19 September 2019 11:28 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2019 09 19 337 2106715 mantan-direktur-pt-garuda-indonesia-dipanggil-kpk-terkait-suap-pesawat-5V8kyffrqe.jpg Ilustrasi KPK (foto: Okezone)

JAKARTA ‎- Tim penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengagendakan pemeriksaan terhadap mantan Direktur Strategi, Pengembangan Bisnis dan Manajemen Risiko PT Garuda Indonesia (Persero), Judi Rifajantoro pada hari ini.

Sedianya, Judi akan diperiksa dalam kapasitasnya sebagai saksi terkait kasus dugaan suap pengadaan pesawat dan mesin pesawat ‎dari Airbus SAS dan Rolls-Royce PLC untuk PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk. Dia akan digali keterangannya untuk tersangka Soetikno Soedarjo (SS).

Baca Juga: KPK Periksa Empat Saksi Usut Suap Emirsyah Satar 

Suap Proyek Pembelian Pesawat Air Bus, Soetikno Soedarjo Diperiksa KPK

"Yang bersangkutan akan diperiksa sebagai saksi untuk tersangka SS," kata Juru Bicara KPK, Febri Diansyah di kantornya, Jalan Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Kamis (19/9/2019).

Dalam perkara ini, KPK mengidentifikasi adanya dugaan suap dalam pengadaan pesawat selain jenis Airbus. KPK menduga ada indikasi suap dalam pembelian pesawat jenis Bombardier dan Avions de Transport Regional (ATR). Total suap yang berhasil diidentifikasi KPK sebesar Rp‎100 miliar.

Sebelumnya, KPK juga telah menetapkan tersangka baru dalam kasus dugaan suap pengadaan pesawat dan 50 mesin pesawat Airbus A330-300 untuk PT. Garuda Indonesia (Persero) Tbk periode 2004-2015. Satu tersangka baru tersebut yakni eks Direktur Teknik dan Pengelola Armada PT. Garuda Indonesia Hadinoto Soedigno.

Hadinoto diduga menerima sejumlah uang dari bos PT Mugi Rekso Abadi (MRA) Soetikno Soedarjo. Uang tersebut untuk memuluskan empat proyek pengadaan pesawat tahun anggaran 2008 - 2013 dari perusahaan Rolls Royce.

Empat proyek tersebut adalah kontrak pembelian pesawat Trent seri 700 dan perawatan mesin dengan perusahaan Rolls-Royce. Kontrak pembelian pesawat Airbus A330 dan Airbus A320 dengan perusahaan Airbus S.A.S.

Kemudian, kontrak pembelian pesawat ATR 72-600 dengan perusahaan Avions de Transport Regional (ATR). Dan Kontrak pembelian pesawat Bombardier CRJ 1000 dengan perusahaan Bombardier Aerospace Commercial Aircraft.

Baca Juga: KPK Periksa Eks Pejabat Garuda Indonesia Terkait Suap Emirsyah Satar 

Wajah Datar Emirsyah Satar saat Kenakan Rompi Tahanan KPK

‎Dalam perkara ini, mantan Dirut PT Garuda Indonesia Emirsyah Satar dan Soetikno telah lebih dulu ditetapkan sebagai tersangka kasus‎ dugaan korupsi ‎pengadaan pesawat dan mesin pesawat Airbus 330-300 milik PT Garuda Indonesia dari perusahaan mesin raksasa di dunia, Rolls Royce.

Emirsyah diduga telah menerima sebesar 1,2 juta Euro dan 180 ribu dolar Amerika Serikat dari perusahaan mesin Rolls Royce terkait dengan pengadaan mesin A330-300. Suap tersebut diberikan Rolls Royce kepada Emirsyah dalam bentuk uang dan barang melalui perantara Soetikno Soedarjo.

(fid)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini