nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

KPK Kembali Panggil Melchias Markus Mekeng

Arie Dwi Satrio, Jurnalis · Kamis 19 September 2019 10:45 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2019 09 19 337 2106699 kpk-kembali-panggil-melchias-markus-mekeng-LpQ7bEgfSf.jpg Juru Bicara KPK Febri Diansyah (foto: Okezone)

JAKARTA - Ketua Fraksi Partai Golkar DPR RI, Melchias Markus Mekeng masuk dalam agenda pemeriksaan tim penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), pada hari ini. Sedianya, Mekeng akan diperiksa dalam kapasitasnya sebagai saksi.

Mekeng akan digali keterangannya terkait kasus dugaan suap terminasi Perjanjian Karya Pengusahaan Pertambangan Batubara (PKP2B) PT Asmin Koalindo Tuhup (PT AKT) di Kementerian ESDM. Dia akan diperiksa untuk tersangka Samin Tan (SMT).

Baca Juga: Melchias Markus Mekeng Tak Penuhi Panggilan KPK 

"Yang bersangkutan akan diperiksa dalam kapasitasnya sebagai saksi untuk tersa‎ngka SMT," kata Juru Bicara KPK, Febri Diansyah di kantornya, Jalan Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Kamis (19/9/2019).

KPK Periksa Melchias Marcus Mekeng dalam Kasus E-KTP 

Dalam kasus ini, KPK telah mencegah Melchias Mekeng dan pemilik PT BORN, Samin Tan untuk bepergian ke luar negeri. Keduanya dilarang pergi ke negara luar negeri untuk enam bulan ke depan.

Kasus suap pengurusan terminasi ini merupakan pengembangan dari kasus suap PLTU Riau-1 yang menjerat beberapa pihak. Samin Tan sendiri sudah ditetapkan sebagai tersangka pada medio Februari 2019. Namun, KPK belum melakukan penahanan terhadap Samin Tan.

Samin Tan diduga menyuap Eni. Tujuan pemberian suap itu agar Eni membantu proses pengurusan terminasi kontrak PKP2B PT AKT di Kementerian ESDM. PT AKT telah diakuisisi PT BORN.

Eni menyanggupi permintaan Samin Tan. Eni yang saat itu menjadi anggota Panja Minerba di Komisi VII DPR menggunakan forum rapat dengar pendapat untuk memengaruhi pihak Kementerian ESDM.

Dalam proses penyelesaian, Eni diduga meminta sejumlah uang kepada Samin Tan untuk keperluan pilkada suaminya, Muhammad Al Khadziq, di Kabupaten Temanggung. Pemberian itu terjadi dalam dua tahap melalui staf Samin Tan, dan tenaga ahli Eni Maulani Saragih.

Baca Juga: KPK Perpanjang Pencekalan Samin Tan dan Anak Buahnya 

Pemberian pertama sebesar Rp4 miliar dilakukan pada 1 Juni 2018, dan pemberian kedua terjadi pada 22 Juni 2018 sebanyak Rp1 miliar. Total suap yang diterima Eni dari Samin Tan sebanyak Rp5 miliar.

Samin Tan disangkakan melanggar Pasal 5 Ayat (1) huruf a atau Pasal 13 UU Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Juncto Pasal 64 Ayat (1) KUHP.

(fid)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini