nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Dharma Pongrekun: Revolusi Industri 4.0 adalah Rekayasa Kehidupan

Fetra Hariandja, Jurnalis · Kamis 19 September 2019 10:18 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2019 09 19 337 2106687 dharma-pongrekun-revolusi-industri-4-0-adalah-rekayasa-kehidupan-X0hk0OGwNP.jpg Wakil Kepala BSSN Komjen Dharma Pongrekun. (Foto: Ist)

Menurut Dharma, saat ini sarana TIK yang begitu masif dipakai manusia sehari-hari adalah smartphone. Alat tersebut memang didesain menyajikan kecepatan dan kemudahan sehingga diterima manusia secara luas.

Secara natural, ucap dia, manusia memang menyukai hal yang praktis sehingga smartphone diterima manusia secara masif. Tapi sebetulnya di dalam alat disisipi aplikasi-aplikasi yang memiliki roh kemewahan, roh pornografi, dan roh candu.

Maka itu, jelas dia, alat ini membuat manusia bisa asyik berjam-jam, sampai lupa waktu salat. Padahal, manusia bisa hidup karena roh dari Tuhan. Nah, roh itulah yang coba diganggu melalui smartphone.

"Dunia nyata Allah yang punya. Dunia maya, Allah-nya maya juga," tutur Dharma.

Baca juga: Menuju Era Revolusi Industri 4.0, Tahu Dulu Apa Itu IoT! 

Jadi, lanjut dia, pada akhirnua life engineering dengan mindset manipulation ini akan menghasilkan suatu pemahaman ateis –pada diri manusia.

Di Eropa sudah banyak yang menjadi ateis dan scientolgy. Tapi negara-negara yang masih berdiri di atas Ketuhanan, seperti Indonesia, akan dihantam ekonomi oleh globalisasi, karena mereka punya uang, punya pasukan di mana-mana.

"Yang dihantam center of gravity-nya yaitu ideologi bangsa," ungkapnya.

Solusinya, menurut Dharma, semua harus kembali ke nilai-nilai luhur bangsa, yaitu menjadi bangsa yang ber-Ketuhanan. Ia mengatakan, kalau sila pertama Pancasila ini sudah kita amalkan dalam kehidupan kita sehari-hari, otomatis sila-sila berikutnya akan terwujud.

Baca juga: Kemnaker Terus Perkuat Peran Instruktur BLK Hadapi Industri 4.0 

Pada bagian akhir, Dharma mengimbau kepada kaum milienal agar segera menjadi orang pintar sehingga pada waktunya Indonesua memiliki Teknologi Industri Nasional yang diawaki oleh anak-anak bangsa sendiri.

Selain dapat memajukan ekonomi dalam negeri, hal ini juga dapat menjaga data keamanan seluruh bangsa indonesia dan tidak tergantung dengan bangsa lain seperti yang dikhawatirkan salah satunya oleh Rektor UIN Jakarta.

"Supaya kita tidak menjadi robot atau budak bangsa asing," tegasnya.

(han)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini