Pakar Kesehatan: Kualitas Udara 'Sangat Berbahaya' Akibat Asap Karhutla

Kamis 19 September 2019 08:54 WIB
https: img.okezone.com content 2019 09 19 337 2106657 pakar-kesehatan-kualitas-udara-sangat-berbahaya-akibat-asap-karhutla-LK3xiADRly.jpg Siswa di Palangkaraya memakai masker akibat pekatnya kabut asap. (Foto: Ulet Ifansasti/Getty Images)

Kualitas udara buruk akibat asap juga dirasakan di Kota Pekanbaru. Berdasarkan pantauan Airvisual, indeks kualitas udara ibu kota Provinsi Riau itu pada Selasa kemarin mencapai 415.

Seorang warga Pekanbaru, Ernawati, mengatakan kabut asap telah berdampak pada kesehatan ketiga anaknya.

"Kami semua sudah kena sakit yang sama, batu-batuk, sesak napas, ayahnya juga kena," kata Ernawati kepada wartawan di Pekanbaru, Wahyu, yang melaporkan untuk BBC News Indonesia.

Baca juga: 25.900 Hektare Hutan Terbakar di Kalbar, 133 Perusahaan Disanksi 

Lebih lanjut Erna, yang tinggal di Kecamatan Bukit Raya, mengungkapkan bahwa sakit yang diderita ketiga anaknya semakin parah saat malam hari.

Warga Pekanbaru Ernawati merawat salah satu anaknya, Ababil (6), yang batuk-batuk dan kesulitan bernapas akibat karhutla. (Foto: BBC News Indonesia)

"Kalau malam enggak bisa tidur ini mereka, batuk-batuk terus. Kasihan. Asap kan masuk ke rumah, tercium baunya," lanjut dia.

Baca juga: 6 Titik Panas Terpantau di Wilayah Sumatera Utara 

Ketua Perhimpunan Dokter Paru Indonesia, dr Agus Dwi Susanto, menyebut kualitas udara di Palangkaraya dan Pekanbaru sudah 'sangat berbahaya'. Ia menjelaskan bahwa ketika indeks kualitas udara melebihi 300, itu berarti kandungan partikel dan gas-gas polusi telah jauh lebih banyak dari udara yang sehat.

"Kandungan oksigennya jauh lebih rendah dibanding kandungan udara yang sehat. Tentunya selain efek dari kandungan bahan polutan itu, kualitas oksigen yang turun juga akan memengaruhi kualitas hidup manusia. Orang akan menjadi kekurangan oksigen sehingga ini berbahaya buat kesehatan."

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini