nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Ditetapkan Tersangka, Imam Nahrawi: Saya Berharap Ini Bukan Politis

Fakhrizal Fakhri , Okezone · Kamis 19 September 2019 03:31 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2019 09 19 337 2106612 ditetapkan-tersangka-imam-nahrawi-saya-berharap-ini-bukan-politis-10h7X6Nk14.jpg Menpora Imam Nahrowi (foto: Arie/Okezone)

JAKARTA - Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Imam Nahrawi angkat suara mengenai dirinya yang telah ditetapkan tersangka kasus suap dana hibah KONI oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Politisi PKB itu memastikan telah mengetahui penetapan tersangka yang dilakukan lembaga antirasuah tersebut. Ia memastikan akan patuh dan mengikuti seluruh proses hukum yang berlaku.

"Dan sudah barang tentu kita junjung tinggi asas praduga tak bersalah," ujar Imam di Komplek Menteri, Jakarta, Rabu 19 September 2019 malam.

 Baca juga: PKB Hormati KPK Tetapkan Menpora Imam Nahrawi Tersangka Suap

Imam menegaskan, akan membuka kasus yang telah menjeratnya sebagai tersangka di KPK. Ia pun akan mengikuti seluruh proses hukum yang ada di lembaga antirasuah.

"Dan sudah pasti saya harus menyampaikan tentang materi yang disampaikan pimpinan KPK dalam proses hukum selanjutnya," terangnya.

Imam berharap, penetapan tersangka dugaan kasus suap dana hibah KONI itu bukan bersifat politis. Namun, ia enggan merinci maksud dari pernyataannya tersebut.

"Saya berharap ini bukan sesuatu yang bersifat politis, saya berharap ini bukan yang bersifat di luar hukum dan tentu kebenaran harus dibuka seluas-luasnya," pungkasnya.

 Baca juga: PKB Akan Beri Bantuan Hukum pada Menpora Imam Nahrawi

Seperti diwartakan sebelumnya, KPK menetapkan Menpora Imam Nahrawi sebagai tersangka dalam kasus dugaan suap dana hibah dari Pemerintah untuk KONI.

Wakil Ketua KPK Alexander Marwata mengungkapkan pihaknya juga menetapkan Asisten Pribadi Menpora Miftahul Ulum sebagai tersangka. Mereka berdua ditetapkan dalam rangka pengembangan kasus ini sebelumnya.

"KPK menemukan bukti permulaan yang cukup dan melakukan penyidikan dugaan keterlibatan pihak lain," kata Alex.

Alex menyebut, dalam perkara ini, Menpora Imam Nahrawi diduga telah menerima uang senilai Rp26,5 miliar terkait dengan perkara ini. Penerimaan itu diketahui terjadi dua kali, pertama sebanyak Rp14,7 miliar dan Rp11,8 miliar.

"Uang tersebut diduga digunakan untuk kepentingan pribadi Menpora dan pihak lain yang terkait," ujar Alex.

Dalam perkara ini, Imam dan Ulum disangka melanggar Pasal 12 huruf a atau huruf b atau Pasal 11 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo Pasal 55 ayat (1) Pasal 64 ayat (1) KUHP.

Sebelumnya, KPK telah ‎menetapkan lima tersangka terkait kasus dugaan suap penyaluran dana bantuan atau hibah dari pemerintah melalui Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) untuk Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI).

Kelimanya yakni, Sekretaris Jenderal (Sekjen) KONI, Ending Fuad Hamidy (EFH); ‎Bendahara Umum (Bendum) KONI, Jhonny E. Awuy (JEA);Deputi IV Kementerian Pemuda dan Olahraga, Mulyana (MUL); Pejabat Pembuat Komitmen pada Kemenpora, Adhi Purnomo (AP); serta Staf Kemenpora, Eko Triyanto (ET).

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini