25.900 Hektar Hutan Terbakar di Kalbar, 133 Perusahaan Disanksi

Dina Prihatini, Okezone · Kamis 19 September 2019 06:01 WIB
https: img.okezone.com content 2019 09 19 337 2106603 25-900-hektar-hutan-terbakar-di-kalbar-133-perusahaan-disanksi-qmDIitD0iO.jpeg Foto Istimewa

PONTIANAK - Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat memberikan peringatan dan penyegelan kepada 133 perusahaan yang menyebabkan asap pekat akibat kebakaran hutan dan lahan (Karhutla).

"Sebelumnya yang saya beri peringatan ada 103, lalu bertambah lagi 30 perusahaan," ungkapnya Gubernur Kalbar H Sutarmidji kepada Okezone, Rabu 18 September 2019.

 Baca juga: Terpaksa Menghirup Kabut Asap, Warga Palangkaraya: Bisa Sesak

Bang Midji, sapaan akrabnya menjelaskan urusan perizinan penggunaan lahan merupakan wewenang dari pemerintah kabupaten dan pusat.

"Sebagai Gubernur saya tidak mempunyai kewenangan untuk mencabut, dan Karhutla yang terjadi bukan ulah dari masyarakat, melainkan konsesi perkebunan. Bisa dilihat dari titik kordinat api yang menunjukkan dilahan pertanian. Ada yang tidak percaya karhutla yang memegang itu konsesi perkebunan dan masih menyalahkan masyarakat. Buka saja, silahkan lihat data titik kordinat api dimana dan diperusahan mana. Bahkan ada 900 hektare terbakar, kan ndak mungkin lahan petani," paparnya.

 Baca juga: Pemerintah Baru Terima Ganti Rugi Rp400 M dari Perusahaan Pembakar Lahan

Kebakaran Hutan

Bahkan, dijelaskan mantan Walikota Pontianak dua periode ini, ditemukan ada perusahaan yang menanam di hutan lindung, padahal hal tersebut tidak diperbolehkan dan harus segera diselesaikan karena sudah ada hasil auditnya.

"Terapkan saja hasil auditnya gimana selanjutnya menyelesaikannya. Jangan lalu saling menyalahkan ketika sudah terbakar. Kalau sudah terbakar kerahkan 100 helikopter, apinya padam tapi asapnya masih ada kan percuma," katanya.

 

Kedepan, ia berharap harus sinergi antara badan restorasi gambut dan BNPB dan KLHK dan harus duduk satu meja untuk menyelesaikan masalah ini.

"Jangan ketika sudah di tegur Presiden baru kalang kabut, tapi tidak paham apa yang harus diperbuat. Padahal seharusnya harus paham dari sisi aturan dan prosedur," urainya.

Sementara itu, Kapolda Kalbar, Irjen Didi Haryono mengatakan saat ini pihaknya telah menangani 66 tindakan terkait dengan kasus kebakaran hutan dan lahan di Kalimantan Barat.

"15 korporasi yang telah ditangani dan 15 dari korporasi tersebut 2 sudah memasuki proses sidik, 13 proses lidik," tegasnya.

Didi menjelaskan, apabila unsur tidak memenuhi unsur pidana maka akan di kenakan peraturan Gubernur. Ia kembali menjelaskan, dari 66 yang ditangani saat ini sudah 25 kasus ada di tahap kedua yakni ke penuntut umum.

"Untuk koorporasi sanksi yang akan di kenakan minimal tiga tahun penjara dan denda tida milyar rupiah. Maksimal sepuluh tahun penjara dan denda 10 milyar rupiah. Dengan instrumen hukumnya, mulai dari lingkungan hidup, kehutanan dan perkebunan karena disitu ada unsur tindak pidananya," tutur Didi.

Sementara itu, Kepala Dinas Perumahan Rakyat kawasan Permukiman dan Lingkungan Hidup Kalbar, Adiyani mengakui melalui data KLHK, sepanjang 2019, 25.900 hektar luasan tanah terbakar dikarenakan perusahaan membakar lahan.

"Sepanjang 2019, 25.900 hektar, sementara di 2018 luasan tanah yang terbakar mencapai 68.311 hektar," jelasnya.

Adapun 17 Perusahaan yang telah ditandatangi oleh Direktorat Jenderal Penegakan Hukum ( Gakum) KLHK:

1. PT Global Kalimantan Makmur Kabupaten Sanggau

2. PT Sumatra Ungul Makmur Kabupaten Kuburaya

3. PT Mitra Andalan Sejahtera Kabupaten Sanggau

4. PT Putra Link Domas Kabuapten Kuburaya

5. PT Unggul Karya Inti Jaya /HTI Kabupaten Sanggau

6. PT Duta Andalan Sukses /HTI Kabupaten Sanggau

7. PT Muara Sungai Landak /HTI Kabupaten Memawah.

8. PT. Sungai Putri Agro Sawit Kabupaten Ketapang.

9. PT Sebukit Power /HTI Kabupaten Mempawah.

10. PT. Tri Agronusa Sejahtera / HTI Kabupaten Ketapang.

11. PT . Ikhtiar Gusti Pudi Kabupaten Landak.

12. PT Bumi Mekar Hijau / HTI Kabupaten Sambas.

13. PT. Prima Bumi Sentosa / HTI Kabupaten Ketapang.

14. PT. Hutan Ketapang Industri Kab Ketapang.

15. PT Sinar Karya Mandiri Kabupaten Ketapang.

16. PT arrtu Borneo Kab Ketapang

17. PT Arrtu Energi Resource Kabupaten Ketapang.

Selain itu, proses penindakan Hukum Karhutla Provinsi Kalbar Tahun 2019 yang sudah diverifikasi dan sedang dalam proses penetapan Sanki Administratif sebagai berikut:

1. PT. Sinar Katya Mandiri (Perkebunan) Kabupaten Ketapang

2. PT. Arrtu Borneo Perkebunan (Perkebunan) Kabupaten Ketapang

3. PT. Arrtu Energy Resources (Perkebunan) Kabupaten Ketapang

4. PT. Hutan Ketapang Industri (Kehutanan) Kabupaten Ketapang

5. PT. Prima Bumi Sentosa (Kehutanan) Kabupaten Ketapang .

Perusahaan yang sudah diverifikasi lapangan oleh tim Gakkum KLHK dan dapat disanksi oleh daerah :

1. PT. Global Kalimantan Makmur ,

Kabupaten Sanggau (Perkebunan)

2. PT. Mitra Andalan Sejahtera Kabupaten Mempawah (Perkebunan)

3. PT. lkhtiar Gusti Pudi Kabupaten Landak (Perkebunan)

4. PT. Putra Lirik Domas Kabupaten Kubu Raya (Perkebunan)

5. PT. Sumatera Unggul Makmur Kabupaten Kubu Raya (Perkebunan)

6. PT. Muara Sungai Landak Kabupaten Landak (HTI)

7. PT. Unggul Karya Inti Jaya Kabupaten Kuburaya (HTI)

8. PT. Duta Andalan Sukses Kabupaten Sanggau (HTI)

Perusahaan yang akan di Verifikasi oleh Tim Gabungan Tahap II :

1. PT. Putra Sari Lestari , Kabupaten Ketapang (Perkebunan)

2. PT. Limpah Sejahtera , Kabupaten Ketapang (Perkebunan)

3. PT. Mitra Austral Sejahtera , Kabupaten Sanggau (Perkebunan)

4. PT. Kebun Ganda prima, Kabupaten Sanggau (Perkebunan)

Cadangan :

1. PT. Kapuas Plantation lndustri , Kabupaten Sanggau (Perkebunan)

2. PT. Sawit Desa Kapuas Kabupaten Sanggau (Perkebunan)

3. PT. Brent Multidaya Kabupaten Mempawah (Perkebunan)

Sementara Tim Gakkum KLHK telah melakukan penyegelan terhadap areal kebakaran di 26 perusahaan, termasuk 3 perusahaan Malaysia dan 1 perusahaan Singapura, serta 1 kebun milik Perorangan di wilayah Provinsi Kalbar dengan total luas lahan sekitar 5.531.887 Ha.

Berdasarkan press rilis yang dikeluarkan oleh Kasi Wilayan III Balai Gakkum LHK, Wilayah Kalimantan menyampaikan bahwa dari 26 perusahaan tersebut, 3 perusahaan dan 1 perorangan telah ditingkatkan ke proses penyidikan oleh PPNS KLHK.

Adapun daftar Areal Hutan dan Lahan Koorporasi yang telah disegel sebagai berikut:

1. PT DAS, Kabupaten Sanggau Provinsi Kalbar, Luas lahan terbakar 40 Ha.

2. PT. GKM Kabupaten Sanggau Provinsi Kalbar , Luas lahan terbakar 20 ( tersebar di 17 lokasi)

3. Oknum Perseorangan An Uber, Kecamatan Ambawang Kabupaten Kubu Raya Kalbar, Luas lahan yang terbakar kurang lebih 274 Ha.

4. PT UKIJ, Kabupaten Sintang Provinsi Kalbar, Luas lahan yang terbakar kurang lebih 5 Ha.

5. PT PLD, Kubu Raya, Provinsi Kalbar, Luas lahan yang terbakar kurang lebih 30 Ha.

6. PT. SUM, Kabupaten Kubu Raya, Provinsi Kalbar, Luas lahan yang terbakar kurang lebih 70 Ha.

7. PT. MSL, Kabupaten Mempawah, Provinsi Kalbar, Luas lahan yang terbakar kurang lebih 30 Ha.

8. PT TANS, Kabupaten Ketapang, Provinsi Kalbar, Luas lahan yang terbakar kurang lebih 60 Ha.

9. PT. SPAS, Kabupaten Ketapang, Provinsi Kalbar, Luas lahan yang terbakar kurang lebih 121 Ha.

10. PT. MAS, Kabupaten Mempawah, Provinsi Kalbar, Luas lahan yang terbakar kurang lebih 60 Ha.

11. PT.SP, Kabupaten Mempawah, Provinsi Kalbar, Luas lahan yang terbakar kurang lebih 370 Ha.

12.PT. ABP, Kecamatan Sungai Melayu Rayak dan Kecamatan Nanga Tayap, Kabupaten Ketapang, Provinsi Kalbar, Luas lahan yang terbakar kurang lebih 99.282 Ha.

13. PT AER, Kecamatan Benua Kayong, Matan Hilir Selatan, dan Melayu Rayak, Kabupaten Ketapang, Provinsi Kalbar, Luas lahan yang terbakar kurang lebih 998,517 Ha.

14. PT. SKM Desa Tanjung Pasar, Mayak Kecamatan Muara Pawan, Kabupaten Ketapang, Provinsi Kalbar, Luas lahan yang terbakar kurang lebih 1.468.448 Ha.

15. PT. PBS (HTI), Desa Tanjung Pasar dan Desa Mayak , Kecamatan Simpang Hulu, Kabupaten Ketapang, Provinsi Kalbar, Luas lahan yang terbakar kurang lebih 50 Ha.

16.PT. HKI (HTI), Desa Mekar Utama dan Desa Pangkalan Bun, Kecamatan Kendawangan Kabupaten Ketapang, Provinsi Kalbar, luas lahan yang terbakar kurang lebih 138 Ha yang diduga milik Singapura.

17. PT. BMH, Desa Teluk Keramat, Kecamatan Sekura, Kabupaten Sambas, Provinsi Kalbar, Luas lahan yang terbakar kurang lebih 930 Ha.

18. PT. IGP, Kecamatan Sengah Temila, dan Kecamatan Ngabang Kabupaten Landak, luas lahan terbakar 40 H.

19. PT. NI, Kecamatan Meranti, dan Ngabang, Kabupaten Landak, Provinsi Kalbar, luas lahan yang terbakar kurang lebih 14 Ha.

20. PT.BPG, Kecamatan Terentang, Kabupaten Kubu Raya, Provinsi Kalbar, Luas lahan yang terbakar kurang lebih 58 Ha.

21. PT. RKA, Dusun Sidomulyo, Kecamatan Nanga Pinoh, Kabupaten Melawi, Luas lahan yang terbakar kurang lebih 600 Ha yang diduga milik Malaysia.

22. PT. FI, Kecamatan Bonti dan Kapuas, Kabupaten Sanggau, Provinsi Kalbar, Luas lahan yang terbakar kurang lebih 6.3 Ha.

23. PT. KGP, Kecamatan Tayan Hulu dan Kembayan, Kabupaten Sanggau, Provinsi Kalbar, Luas lahan yang terbakar kurang lebih 2.2 Ha.

24. PT. KBP, Kecamatan Belitang Kabupaten Sekadau, Provinsi Kalbar, Luas lahan yang terbakar kurang lebih 4.8 Ha.

25. PT. MAS, Dusun Entapang, Kecamatan Bonti, Kabupaten Sanggau, Provinsi Kalbar, luas lahan yang terbakar kurang lebih 4 Ha.

26. PT. SIA, Kecamatan Parindu , Kabupaten Sanggau, Provinsi Kalbar, luas lahan yang terbakar kurang lebih 3.34 Ha. Dugaan milik Malaysia.

27. PT. SKS, Kecamatan Kendawangan, Kabupaten Ketapang, Provinsi Kalbar, luas lahan yang terbakar kurang lebih 35 Ha, dugaan milik Malaysia.

28. PT. KAL, Kabupaten Ketapang, Provinsi Kalbar, Didalam lahan HGU Perusahaan, dugaan milik Australia.

29. PT. LS, Kecamatan Pemahan, Kabupaten Ketapang, Provinsi Kalbar, di dalam lahan IUP Perusahaan.

Daftar Koorporasi dan Perorangan yang dalam sedang penyidikan :

1. Oknum Perseorangan An. Uber, Kecamatan Ambawang Kabupaten Kubu Raya Kalbar, Luas lahan yang terbakar kurang lebih 274 Ha tahap I.

2. 12.PT. ABP, Kecamatan Sungai Melayu Rayak dan Kec. Nanga Tayap, Kabupaten Ketapang, Provinsi Kalbar, Luas lahan yang terbakar kurang lebih 99.282 Ha.

3. PT AER, Kecamatan Benua Kayong, Matan Hilir Selatan, dan Melayu Rayak, Kabupaten Ketapang, Provinsi Kalbar, luas lahan yang terbakar kurang lebih 998,517 Ha.

4. PT. SKM Desa Tanjung Pasar, Mayak Kecamatan Muara Pawan, Kabupaten Ketapang, Provinsi Kalbar, luas lahan yang terbakar kurang lebih 1.468.448 Ha

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini