nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Dukungan DPD Golkar Disebut Menguat ke Airlangga

Fakhrizal Fakhri , Jurnalis · Rabu 18 September 2019 23:31 WIB
https: img.okeinfo.net content 2019 09 18 337 2106586 dukungan-dpd-golkar-disebut-menguat-ke-airlangga-tGRfg2nscy.jpg Ketua DPP Golkar, Ace Hasan (foto: Okezone)

JAKARTA - Calon Caketum Golkar mengerucut menjadi dua nama menjelang Munas partai beringin yang diperkirakan berlangsung Desember 2019 mendatang. Keduanya yakni Airlangga Hartanto dan Bambang Soesatyo (Bamsoet).

Ketua DPP Partai Golkar Ace Hasan Syadzili menyebut Airlangga berpotensi kembali memimpin Golkar semakin karena kecenderungan dukungan dari para DPD I dan II yang terus mengalir.

"Kalau kita cermati dinamikanya memang mengerucut pada dua nama yaitu Pak Airlangga dan Pak Bamsoet. Tetapi kecenderungan hari ini menguat ke Pak Airlangga. Nampak dari dukungan terbuka pada pemilik suara DPD I dan II juga para tokoh senior partai," kata Ace saat dihubungi, Rabu (18/9/2019).

 Baca juga: Hadiri Pembekalan Caleg, Airlangga Tegaskan Munas Golkar Tetap Digelar Desember

Ace menjelaskan selain dukungan nyata para pengurus di daerah dukungan untuk Airlangga menguat juga karena kontribusi Golkar saat Pilpres yang memenangkan Jokowi-Maruf.

Sosok Airlangga sebagai seorang teknokrat juga dinilai akan banyak membantu pembangunan nasional di bawah kepemimpinan Jokowi-Maruf selama lima tahun ke depan.

"Beliau punya kapasitas sebagai seorang teknokrat yang dibutuhkan oleh Pak Jokowi. Dan Golkar dalam hal ini adalah partai yang selalu ada bersama pemerintah mendukung program pembangunan nasiona," ungkap dia.

Menurut Ace, dinamika dan polarisasi kekuatan di tubuh Golkar dengan majunya Bambang Soesatyo merupakan hal yang demokratis di tubuh beringim. "Partai Golkar adalah partai yang demokratis," kata Ace.

 Baca juga: Waketum AMPG Imbau Kader Tidak Buat Gaduh Jelang Munas Golkar

Sementara itu di lain tempat, Pengamat Politik UI Ade Reza Haryadi menambahkan pertarungan kursi ketua umum di tubuh Golkar tergantung pada faktor internal maupun eksternal. Faktor internal, kata dia, terkait dengan faksi-faksi yang ada di tubuh Golkar termasuk peta kekuatan politik para sesepuh Golkar. "Faktor organisasi yang menjadi sumber kader Golkar seperti SOKSI, KOSGORO, MKGR itu berpengaruh," kata dia.

Selain itu, faktor personal kandidat juga sangat berpengaruh. "Katakan kalau Pak AH didukung oleh hampir semua Ormas pendiri Golkar tetapi Pak Bamsoet juga punya kekuatan yang bisa dimobilisasi," terangnya.

(wal)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini