nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Kapolri Bicara Penanggulangan Kejahatan Transnasional di Konferensi Asenapol

Achmad Fardiansyah , Jurnalis · Rabu 18 September 2019 22:55 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2019 09 18 337 2106576 kapolri-bicara-penanggulangan-kejahatan-transnasional-di-konferensi-asenapol-cIstref0yn.jpg Kapolri Jenderal Tito Karnavian (foto: ist)

JAKARTA - Kapolri Jenderal Tito karnavian memimpin langsung delegasi Polri di Konferensi Aseanapol Tahun 2019 di Hanoi, Vietnam, Rabu (18/9/2019).

Dalam pertemuan tersebut, Tito menyoroti bahwa betapa pentingnya kerjasama kepolisian negara-negara ASEAN, hal ini bertujuan untuk mewujudkan stabilitas keamanan di kawasan Asia Tenggara.

“Khususnya dalam penanggulangan kejahatan transnasional untuk mendukung terselenggaranya pembangunan ekonomi menuju kemajuan dan kesejahteraan bangsa,” kata Tito lewat keterangan tertulisnya kepada wartawan, Rabu (18/9/2019)

Menurut Tito, peran penting negara-negara ASEAN dalam dinamika ekonomi dunia, tidak bisa dipisahkan. Ketahanan dan pertumbuhan ekonomi negara-negara Asia Tenggara yang cukup unggul telah menjadi perhatian utama dunia di tengah kemelut perdagangan dan ekonomi dunia.

 Kapolri Jenderal Tito

“Keunggulan dan keberhasilan ekonomi negara-negara ASEAN hanya akan dapat terwujud dengan terpeliharanya stabilitas keamanan yang optimal,” tuturnya.

Oleh sebab itu, Konferensi Aseanapol ini punya peran yang sangat strategis dalam upaya mengoptimalkan kerja sama kepolisian di kawasan Asia Tenggara.

“Kerja sama tersebut diwujudkan dalam berbagai bentuk kegiatan bidang operasional, seperti tukar menukar informasi dalam pencegahan kejahatan secara dini maupun penindakan, pencegahan dan penanganan kejahatan di kawasan perbatasan, serta berbagai bentuk komunikasi dan koordinasi dalam penegakan hukum,” tegasnya.

Kerjasama dalam bidang pengembangan kapasitas yang diwujudkan dalam penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan kepolisian serta berbagai bentuk diskusi dan kursus intensif dan berkelanjutan.

Namun demikian, Tito menggarisbawahi bahwa upaya tersebut hanya dapat terwujud bila terdapat keinginan yang kuat dari seluruh organisasi kepolisian anggota Aseanapol dan pemerintah negara-negara anggota.

“Jenis data yang dikumpulkan dan dibagikan juga harus diatur secara ketat. Keberhasilan dan kegagalan yang dialami oleh Europol dan Interpol dalam pengelolaan pusat data juga harus menjadi pelajaran untuk menentukan model terbaik bagi kepolisian negara-negara Asia Tenggara,” tutupnya.

Untuk diketahui,Tito akan mengikuti Konferensi Aseanapol Tahun 2019 di Hanoi, Vietnam hingga 20 September Jumat mendatang.

Dalam acara tersebut, tujuh dari sepuluh negara dihadiri langsung oleh kepala kepolisian negara Aseanapol, tiga negara yang dihadiri oleh wakil kepala kepolisian adalah Malaysia, Laos dan Thailand.

Konferensi juga dihadiri oleh 10 delegasi mitra dialog yaitu Kepolisian Australia, China, Jepang, Korea, New Zealand, Rusia, Turki, Setjen Interpol dan Europol.

Enam delegasi turut hadir sebagai peninjau, yaitu Kepolisian Timor Leste, Fiji, National Crime Agency Inggris, FBI, International Association of Chief of Police, serta Palang Merah Internasional.

(wal)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini