nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Revisi UU Dinilai untuk Sempurnakan dan Kuatkan KPK

Sarah Hutagaol, Jurnalis · Rabu 18 September 2019 20:34 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2019 09 18 337 2106528 revisi-uu-dinilai-untuk-sempurnakan-dan-kuatkan-kpk-9KkMzCGzAn.jpg Diskusi MNC Trijaya bertajuk "Menatap Pemberantasan Korupsi dengan UU Revisi" di Jalan Wahid Hasyim, Jakarta, Rabu (18/9/2019). (Foto : Okezone.com/Sarah Hutagaol)

JAKARTA – Pakar hukum tata negara Muhammad Rullyandi menilai DPR dan Presiden Jokowi tidak akan melemahkan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dengan adanya revisi Undang-Undang KPK.

Menurut Rully, revisi UU KPK bertujuan untuk melakukan penyempurnaan dan menguatkan sistem yang terdapat di dalam lembaga antikorupsi tersebut.

"Jadi ya tidak bisa itu dibilang sebagai membunuh KPK karena KPK sampai sekarang masih eksis," ujar Rully dalam diskusi MNC Trijaya yang bertajuk “Menatap Pemberantasan Korupsi Dengan UU Revisi” di kawasan Wahid Hasyim, Jakarta Pusat, Rabu (18/9/2019).

Gedung KPK. (Foto : Okezone.com/Puteranegara Batubara)

Lebih lanjut Rully menyebutkan, DPR dan Presiden Jokowi tidak akan mengambil keputusan yang akan mengakibatkan KPK lemah, bahkan hingga 'dibunuh' seperti yang banyak dinilai banyak orang.

"Jadi itu secara politik hukum, artinya keinginan DPR dan Presiden itu tidak sampai sejauh itu. Tapi yang dibesar-dibesarkan inilah yang harus kita luruskan," ucapnya.


Baca Juga : Wiranto: Keberadaan Dewan Pengawas Lebih Menjamin Legitimasi KPK

Ia mengaku kecewa dengan banyaknya pro-kontra yang membuat terjadinya pembentukan opini-opini di tengah masyarakat dengan mencerminkan bahwa KPK akan 'terbunuh' dengan adanya revisi UU KPK.

"Tidak mungkin lembaga negara itu diciptakan, tapi dia tidak memiliki fungsi. Yang kita lihat hari ini adalah bagaimana penguatannya, penyempurnaannya," tutur Rully.


Baca Juga : Pakar Hukum Harap Publik Tak Ributkan Dewan Pengawas KPK

(erh)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini