Rapat Paripurna Pengesahan Tatib DPD Berujung Ricuh

Harits Tryan Akhmad, Okezone · Rabu 18 September 2019 20:04 WIB
https: img.okezone.com content 2019 09 18 337 2106513 rapat-paripurna-pengesahan-tatib-dpd-diwarnai-kericuhan-Kha2RuLRzs.jpg Rapat paripurna tata tertib DPD diwarna kerusuhan (Foto: Okezone.com/Harits)

JAKARTA - Rapat paripurna DPD dengan agenda mengesahkan tata tertib (tatib) berujung ricuh, diduga karena digelar tanpa adanya rapat pendahuluan di badan permusyawarahan (Bamus) DPD. Sehingga, banyak anggoata yang tidak mengetahui apa saja aturan yang tertuang dalam tatib.

Awalnya, saat rapat dibuka oleh Wakil Ketua DPD A‎hmad Muqowam, tapi tiba-tiba seorang Anggota DPD dari Dapil Sulawesi Tengah, Nurmawanti Dewi Bantilan melancarkan interupsinya.

"‎Interupsi pimpinan, interupsi pimpinan. Ini tidak sesuai dengan tata tertib," ujar Dewi di rapat paripurna DPD, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (18/9/2019).

Ilustrasi

Meski demikian, Ahmad Muqowam enggan menerima adanya interupsi dan memilih melanjutkan pidatonya untuk membuka rapat paripurna DPD tersebut. Sehingga dia meminta semuanya bersabar untuk melakukan interupsi.

"Interupsi nanti saja, dengarkan ini dulu," tegas Muqowam.

Baca Juga : DPR dan Pemerintah Sepakat Revisi KUHP Segera Diparipurnakan

Baca Juga : Menpora Imam Nahrawi Mangkir 3 Kali Sebelum Jadi Tersangka

Hal itulah memicu para anggota DPD langsung berteriak dengan menyalakan microphone di mejanya masing-masing. Hingga rapat paripurna semakin tak terkontrol karena para anggota DPD saling berbicara, sehingga suasana menjadi kisruh.

Hingga akhirnya situasi semakin memanas, seperti Anggota DPD Benny Rhamdani sempat beradu fisik dengan Anggota DPD Asri Anas. Benny terlihat mendorong seorang Asri Anas, sehingga harus dipisahkan oleh anggota dewan lainnya.

Rapat pun terpaksa dihentikan lantaran situasi yang sudah tidak kondusif.

(aky)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini