nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Jokowi: Percepat Kemajuan Negara, Jangan Apa-Apa Antek Asing-Aseng

Fakhrizal Fakhri , Jurnalis · Rabu 18 September 2019 14:05 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2019 09 18 337 2106331 jokowi-percepat-kemajuan-negara-jangan-apa-apa-antek-asing-aseng-64XRERPzsM.jpg Presiden Jokowi (Foto: Ist)

JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) menekankan seiring semakin dewasanya bangsa Indonesia, akan semakin mempercepat kemajuan negara lantaran Indonesia merupakan negara yang majemuk dan berbhinneka tunggal ika.

"(Indonesia) terbuka dalam mempercepat kemajuan negara kita dan makin mampu mengelola perbedaan di internal kita sendiri termasuk makin mampu mengelola orang asing yang ingin bekerja sama dengan kita," ujar Jokowi saat meresmikan forum Titik Temu 'Kerja Sama Multikultural untuk Persatuan dan Keadilan' di Hotel Doubel Tree Hilton, Cikini, Jakarta, Rabu (18/9/2019).

Baca Juga: Buka Forum Titik Temu, Jokowi: Hilangkan Emosi Keagamaan 

Jokowi menegaskan, kerja sama dengan negara asing harus memberikan catatan keuntungan yang besar untuk Indonesia. "Jangan apa-apa, belum-belum sudah antek asing, antek aseng. Itu namanya emosi keagamaan," ujarnya.

Jokowi

Jokowi ingin emosi keagamaan diubah dengan cinta keagamaan. Ia pun mencontohkan bagaimana negara maju bisa mengelola keberagaman yang ada di negaranya.

"Kita lihat kemajemukan di Timur Tengah, di Uni Emirat Arab, 40 tahun lalu UEA merupakan negara tertinggal, pendapatan rendah, tertutup. Dan sekarang income per kapita USD43 ribu," ujar Jokowi.

Jokowi kembali menceritakan pengalamannya bersama Putra Mahkota Uni Emirat Arab Syekh Mohammed bin Zayed Al Nahyan saat melakukan kunjungan kenegaraan ke Dubai, UEA. Saat disopiri Syekh Mohammed dirinya diceritakan bagaimana rakyat UEA masih menggunakan kendaraan Unta padahal Indonesia sudah menggunakan mobil.

"Tapi mereka meloncat begitu cepatnya dan soverighn wealth fund USD700 miliar, 3 besar dunia, menjadi ikon kemajuan dunia dengan kota termodern dan terindah kemajuan di dunia," imbuhnya.

Baca Juga: 4 Poin Pidato soal Karhutla di Riau, Jokowi Akui Jajarannya Lalai 

Kepala Negara meyakini kunci dari kemajuan UEA bukan sumber daya alamnya karena Indonesia masih jauh lebih kaya. Menurutnya, kunci kemajuan UEA adalah toleransi.

"Dan itu saya dapatkan lansung dari Syekh Mohammed. Bahkan, tahun ini di sana menyebut sebagai tahun toleransi, mereka mengundang talenta-talenta top dunia, CEO dan tenaga ahli , mengundang perguruan puluhan tinggi ternama di dunia, rektor tenaga asing," tuturnya.

Jokowi juga menyoroti kondisi dalam negeri yang dianggap pemerintah sebagai antek asing saat adanya gagasan impor 4.700 rektor asing untuk berbagai perguruan tinggi negeri. Padahal, UEA ingin menjadikan negaranya sebagai Ibu Kota toleransi dunia.

"Saya tanya kunci mereka maju tapi ternyata tidak mudah diterapkan di negara kita karena hal-hal yang saya sampaikan antek-antek tadi dan sekali lagi yang saya garisbawahi visi UEA ingin menjadikan UEA ibu kota toleransi dunia," tuturnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini