nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Buka Forum Titik Temu, Jokowi: Hilangkan Emosi Keagamaan

Fakhrizal Fakhri , Jurnalis · Rabu 18 September 2019 11:31 WIB
https: img.okeinfo.net content 2019 09 18 337 2106264 buka-forum-titik-temu-jokowi-hilangkan-emosi-keagamaan-Kgec2lrjCV.jpeg Presiden Jokowi (Foto: Ist)

JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) meresmikan pembukaan Forum Titik Temu 'Kerja Sama Multikultural untuk Persatuan dan Keadilan' di Hotel Doubel Tree Hilton, Cikini, Jakarta, Rabu (18/9/2019).

Dalam kesempatan itu, Jokowi menggarisbawahi pernyataan dari cendikiawan muslim Quraish Shihab yang menekankan untuk mengurangi emosi keagamaan dengan meningkatkan cinta terhadap keagamaan.

"Emosi keagamaan dikurangi atau dihilangkan kemudian yang dikuatkan, ditingkatkan cinta keagamaan saya setuju sejalan dengan pertumbuhan ekonomi, lalu lintas orang antardaerah, antarnegara," ujar Jokowi.

Baca Juga: Soal Karhutla Riau, Mendagri Ngaku Turut "Disentil" Jokowi

Saat ini, menurutnya, setiap orang bergerak dari satu daerah ke daerah lain karena adanya pembangunan infrastruktur yang telah semakin membaik.

"Juga bergerak dari satu negara ke negara lain untuk berbagai alasan berwisata berbisnis kegiatan lain baik waktu harian, jangka waktu yang pendek, beberapa bulan tahun bahkan menetap selamanya. Karena itu, saya yakin masyarakat kita dan juga masyarakat dunia ke depan akan semakin majemuk," ujar Jokowi. 

Jokowi

Kemajemukan suku maupun etnis, adat, budaya, serta agama akan terjadi karena perkembangan zaman. Sehingga, setiap negara diminta semakin matang dan dewasa karena kemajuan zaman juga tak terpisahkan dengan pertumbuhan ekonomi.

"Kalau mau mengundang wisatawan dari luar negeri, mendatangkan orang dengan keahlian yang tidak kita miliki, kalau mau investor dari luar negeri kita harus terbuka dari daerah negara lain. Ke depan akan terjadi seperti itu beda etnis, beda budaya dan agama," tuturnya.

Baca Juga: 4 Poin Pidato soal Karhutla di Riau, Jokowi Akui Jajarannya Lalai

Jokowi menegaskan, keberhasilan satu negara dan daerah akan ditentukan dari derajat penerimaannya kepada kemajemukan. Dengan begitu, semakin masyarakat menerima kemajemukan, maka akan semakin diminati, semakin dikunjungi, hingga berujung mendongkrak kesejahteraan di daerah atau negara itu.

"Alhamdullilah, Indonesia adalah negara majemuk yang sejak awal berdirinya, bangsa kita adalah bangsa bhinneka, beda suku bangsa, budaya tapi Indonesia yang tunggal ika bersatu dalam perbedaan," katanya.

(Ari)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini