nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Viral Kisah Sepatu Siswa SMA Ditahan Guru karena Nunggak Bayar SPP

Nanang Fahrurozi, Jurnalis · Rabu 18 September 2019 10:32 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2019 09 18 337 2106239 viral-kisah-sepatu-siswa-sma-ditahan-guru-karena-nunggak-bayar-spp-YsKZSLHmdX.JPG SMAN 8 Merangin, Jambi (Foto: Facebook/@Radja Syarifullah)

MERANGIN – Di tengah dilema kabut asap yang sedang melanda Provinsi Jambi, potret dunia pendidikan Tanah Air kembali bikin miris. Betapa tidak, salah satu siswa di SMAN 8 Merangin, terpaksa harus pulang tanpa mengenakan sepatu alias nyeker, lantaran sepatu miliknya ditahan oknum guru dengan dalih belum melunasi uang SPP.

Hal tersebut terlihat dalam sebuah postingan akun facebook @Radja Syarifullah yang dibagikan ulang oleh akun @Alpin di beranda FB-nya, pada Selasa 17 September 2019 kemarin.

Dalam postingan tersebut, akun @Radja Syarifullah mengeluh akibat sepatu anaknya ditahan oleh guru disekolahnya, karena dirinya belum bisa melunasi uang SPP sekolah senilai Rp2.070.000.

Mirisnya lagi, sepatu tersebut sudah tiga minggu ditahan oleh guru tersebut. Saat mau diambil ke sekolah, pihak guru malah kembali menagih kepada siswanya untuk melunasi uang SPP. Melihat perlakuan guru tersebut, akun @Radja Syaifullah pun geram, dan menilai sikap guru tersebut tidak sepantasnya dilakukan di lingkungan sekolah.

Tak hanya itu, dalam postingannya juga disebut bahwa ada beberapa orangtua murid yang baru membayar sebagian uang SPP, dan memutuskan untuk tidak menyekolahkan anaknya lagi di sekolah itu.

Berikut postingan lengkap akun @Radja Syarifullah :

Untuk SMAN 8 Merangin

Meseumkan tu sepatu sekolah anak saya cuma gara2 bayaran uang sekolah Rp2.070.000belum saya bayar kalian tega membuat anak saya pulang tanpa sepatu sdh 3 minggu sepatu di tahan mau di ambil klian bilang lunasi dlu uangnya.

Apa kurang gaji kalian sehingga kalian menekan ortu murid,,,saya bukan tidak ada niat mau membayar tpi krn keadaan,,, bukan saya aja beberapa ortu lain pun yg sdh bayar sebagian uangnya tpi tidak jadi sekolah di sna kalian tahan jg uangnya ...d mn ke adilan...kok di biarkan sekolah negeri seperti ini berdiri dgn kokohnya.

Inikan sekolah pemerintah bukan swasta,,,gunakan jabatan kalian dgn sebaik2nya,,,apa lagi kalian sudah hajah/haji..kok kelakuan kalian seperti ini..Dunia hanya sesaat Bu...ingat anak cucu...hukuman Allah akan slalu hadir menghampiri kita...kalau bicara sm siswa itu harus bijak jangn kluarkn kata2 yg tidak pantas..klau klian bijak sebagai Guru kmi,,ortu murid pun bisa lebih bijak,,,klau seperti ini terus...kan bisa di sumpahi masyarakat...takut nntinya jadi sampah masyarakat..pakai uang spp lgi perbulannya Rp70.000,- hadeeeech..

Postingan Radja Syarifullah

Tak sedikit warganet yang memberikan komentar atas postingan tersebut. Ada yang menyayangkan, mengapa hal itu bisa terjadi, ada pula yang menganggap perkara ini sudah biasa. Mengingat, SPP adalah kewajiban setiap orangtua.

“Bayar uang sekolah iku kewajiban pak ibuk e. Zaman sekarang sekolah gak ada yang gratisan, kecuali anaknya Pintar Dan berprestasi, itu bisa disekolahkan gratis tanpa biaya. Lawong sekolah saya aja kalo gak lunas uang komite gak bisa ikut ujian, gak bisa ngambil ijazah kok. Lagain PIP kan juga ada pak buk e, Emang gak diurus to.” tulis akun @Nona Eun-kyung.

“Mencerdaskan kehidupan bangsa itu tugas negara, tapi kenapa para oknum2 pemerintah (pegawai negeri) masih saja menjadi preman bersertifikat menindas rakyat?” tulis pengguna akun @Mbas Mbarep.

“Jadi guru jangan seperti itu dong. Nggak pernah jdi murid..yaa,” sindir akun @Yunita Monalisa.

(put)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini