nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Padamkan Karhutla, Pemerintah Diminta Perbanyak Water Bombing & Hujan Buatan

Harits Tryan Akhmad, Jurnalis · Rabu 18 September 2019 09:52 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2019 09 18 337 2106223 padamkan-karhutla-pemerintah-diminta-perbanyak-water-bombing-hujan-buatan-F1ze8sJd2p.jpg Ilustrasi water bombing pemadaman kebakaran hutan dan lahan. (Foto: Ist)

JAKARTA – Wakil Ketua Komisi IV DPR RI, Daniel Johan, menyatakan pihaknya telah mendesak pemerintah untuk segera mengambil tindakan ekstra dalam penanggulangan kebakaran hutan dan lahan. Apalagi di sejumlah daerah tampak tertutup kabut asap dampak karhutla.

Baca juga: Pemerintah Baru Terima Ganti Rugi Rp400 M dari Perusahaan Pembakar Lahan 

"Saat rapat kerja dengan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (Siti Nurbaya), saya sampaikan agar pemerintah mengambil tindakan ekstra," ujar Daniel ketika berbincang dengan Okezone, Rabu (18/9/2019).

Jokowi di Pangkalan TNI AU Roesmin Nurjadin Pekanbaru memantau persiapan hujan buatan memadamkan karhutla Riau. (Foto: Laily Rachev/Biro Pers Setpres)

Ia mengatakan pemerintah memang sudah terlihat bekerja memadamkan karhutla. Tetapi, dirinya mendorong agar intensitas water bombing dan hujan buatan lebih diperbanyak.

Baca juga: Terpaksa Menghirup Kabut Asap, Warga Palangkaraya: Bisa Sesak 

"Water bombing sudah dilakukan, tapi intensitasnya kita dorong untuk diperbanyak. Hujan buatan kita minta bila awan sudah memungkinkan agar langsung dilakukan," jelas Daniel.

Dia mengakui karhutla kali ini lebih parah dari tahun lalu. Buktinya, membuat aktivitas warga di sejumlah wilayah terganggu atau bahkan terhenti.

"Karhutla tahun ini begitu dahsyat. Kalbar saja sudah satu minggu ini anak-anak sekolah diliburkan. Aktivitas penerbangan terhenti. Ibu dan anak-anak banyak yang masuk rumah sakit akibat gangguan pernapasan," papar Daniel.

Baca juga: 15 Korporasi Jadi Tersangka Karhutla di Kalbar 

Presiden Jokowi melihat lokasi karhutla di Riau. (Foto: Laily Rachev/Biro Pers Setpres)

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini