nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Geledah Kantor Dinas di Kepri, KPK Sita Dokumen Anggaran

Puteranegara Batubara, Jurnalis · Selasa 17 September 2019 17:42 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2019 09 17 337 2106012 geledah-kantor-dinas-di-kepri-kpk-sita-dokumen-anggaran-fIz46b7Mgc.jpg Juru Bicara KPK Febri Diansyah (Foto: Okezone)

JAKARTA - Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melakukan operasi penggeledahan di tiga kantor dinas di Kepulauan Riau (Kepri). Antara lain, Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Pendidikan dan Pariwisata.

"KPK melakukan penggeledahan di tiga lokasi hari ini di Tanjung Pinang," kata Juru Bicara KPK Febri Diansyah, Jakarta, Selasa (17/9/2019).

Baca Juga: KPK Geledah Kantor Dinas PU dan Pendidikan Kepri 

Operasi penindakan itu terkait kasus dugaan izin prinsip dan lokasi pemanfaatan laut proyek reklamasi di Kepri untuk melengkapi berkas penyidikan tersangka Gubernur Kepri Nurdin Basirun.

 KPK

Febri menambahkan, dalam operasi penggeledahan itu, penyidik mengamankan sejumlah barang bukti berupa dokumen terkait dengan anggaran di kantor dinas tersebut. "Dari tiga lokasi itu diamankan sejumlah dokumen terkait anggaran di dinas masing-masing," tutur Febri.

KPK menetapkan Nurdin Basirun (NBA) sebagai tersangka kasus dugaan suap terkait izin prinsip dan lokasi proyek reklamasi di wilayahnya tahun 2018-2019. Dia juga ditetapkan sebagai tersangka penerima sejumlah gratifikasi.

Selain Nurdin Basirun, KPK juga menetapkan tiga tersangka lainnya. Ketiganya yakni, Kadis Kelautan dan Perikanan, Edy Sofyan (EDS); Kabid Perikanan Tangkap, Budi Hartono (BUH); dan pihak swasta, Abu Bakar (ABK). Ketiganya ditetapkan tersangka terkait kasus dugaan suap izin proyek reklamasi di Kepri.

Baca Juga: KPK Tetapkan Kock Meng sebagai Tersangka Suap Reklamasi Kepri 

Nurdin Basirun diduga menerima suap sebesar 11.000 Dolar Singapura dan Rp45 juta. Uang tersebut diberikan secara bertahap dari pengusaha Abu Bakar untuk membantu mendapatkan izin pembangunan resort dan kawasan wisata di area reklamasi.

(Ari)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini