nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Menilik Peran Intelijen dalam Pertemuan Jokowi dan 61 Tokoh Papua

Hambali, Jurnalis · Selasa 17 September 2019 17:15 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2019 09 17 337 2105993 menilik-peran-intelijen-dalam-pertemuan-jokowi-dan-61-tokoh-papua-wZv5HwDm0h.jpg Jokowi saat temui 61 tokoh Papua (Foto: Okezone/Fakhri)

TANGERANG SELATAN - Porsi operasi senyap intelijen mengambil porsi yang lebih besar ketika entitas yang menghendaki instabilitas sudah menunjukkan permusuhan terhadap kehidupan negara, misalkan mengancam akan merdeka melalui aksi ikutannya, separatisme dan pemberontakan atau menggalang aktivitas-aktivitas yang bertujuan melemahkan keutuhan kesatuan bangsa, serta wibawa pemerintah dijatuhkan melalui delegitimasi kekuasaan.

Namun, peristiwa politik beberapa waktu yang lalu yaitu pertemuan antara presiden bersama 61 tokoh papua memberikan tafsir lain jika kegiatan intelijen memasuki proses lain yang lebih terang-terangan ketika Presiden (user) dihadapkan pada daftar permintaan dan nantinya baik cepat atau lambat akan di respon melalui kebijakan pemerintah.

Pengamat politik Ireng Maulana mengapresiasi keberhasilan Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) Budi Gunawan (BG) dan jajarannya mempertemukan 61 tokoh Papua dengan presiden beberapa waktu lalu. BG pun turut hadir dalam pertemuan tersebut.

Baca Juga: Kepala BIN Tegaskan 61 Tokoh Papua yang Temui Jokowi Wakili Semua Komponen

"Kita yakini daftar permintaan ini muncul sudah terlebih dahulu melalui perhitungan risiko dan skala ancaman yang berasal dari dari analisis intelijen," ujar pria lulusan Master of Art in Political Science dari Lowa State University, Iowa (IA), Amerika Serikat ini.

Ireng menyebut intelijen sebagai proses yang berbeda karena kehadiran Ka BIN dalam pertemuan tersebut di mana biasanya pemerintah dapat memposisikan pejabat lain untuk mendampingi Presiden.

Budi Gunawan

"Kehadiran langsung Ka BIN dalam pertemuan ini dapat pula diartikan sebagai bantahan kecemasan banyak pihak bahwa pendekatan penyelesaian kerusuhan yang terindikasi ditunggangi kelompok pemberontak ingin diselesaikan melalui jalan konsolidasi," ujar Ireng saat diwawancara.

Ditegaskan Ireng, kehadiran Ka BIN bukan hanya sebagai jembatan penghubung melainkan mengkonfirmasi beberapa hal antara lain, pertama keputusan presiden sebagai respon dari permintaan 61 tokoh papua adalah keputusan yang didasari dari produk analisa intelijen yang memberikan wawasan memadai dalam pengambilan keputusan.

Kedua produksi informasi intelijen memberikan kepastian dalam pertimbangan dan rekomendasi kepada presiden untuk membuat keputusan yang selalu bertujuan pengamanan penyelenggaraan pemerintah.

Terakhir menegasikan bahwa hubungan antara intelijen dan pembuatan keputusan adalah kunci dalam konteks kemampuan mengamankan kepentingan negara.

"Karena intelijen harus bersifat akurat untuk memelihara pembuatan keputusan yang valid," tegasnya.

Maka dari itu, lanjut Ireng, kehadiran Ka BIN secara terang-terangan dalam pertemuan ini sebagai salah satu sikap yang baik dan konstruktif, serta layak mendapatkan apresiasi karena telah memperlihatkan wajah organisasi telik sandi ke muka publik dengan tindakan akurat dan dapat dipertanggungjawabkan.

"Tindakan yang relevan untuk mem-back up pemimpin negara dalam memformulasikan kebijakan yang menyangkut kepentingan negara sehingga kepastian keputusan dapat dilindungi," pungkas Ireng.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini