nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Pemukulan 7 Siswa SD di Bekasi, Disdik: Pelaku Diberi Pembinaan

Wijayakusuma, Jurnalis · Selasa 17 September 2019 12:59 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2019 09 17 337 2105852 pemukulan-7-siswa-sd-di-bekasi-disdik-pelaku-diberi-pembinaan-NNFz1tycuz.jpg Kantor Dinas Pendidikan Kota Bekasi. (Foto: Wijayakusuma/Okezone)

BEKASI – Dinas Pendidikan Kota Bekasi, Jawa Barat, menyebut aksi pemukulan tujuh siswa SDN Pekayon III yang viral di media sosial merupakan sebuah pembelajaran bagi seluruh pihak sekolah. Hal itu agar mereka lebih ketat mengawasi siswa selama masih berada di lingkungan sekolah.

"Ya kita sudah panggil kepala sekolah yang bersangkutan dan berikan pembinaan. Teguran pasti ada, karena kejadian ini adalah pembelajaran yang luar biasa," kata Kepala Bidang Dinas Pendidikan Dasar Disdik Kota Bekasi Sri Yulinarti kepada Okezone, Senin 16 September 2019.

Baca juga: Viral Video 7 Siswa Dipukul di SD Bekasi, Ini Penjelasan Guru 

Kejadian tersebut, ujar dia, telah diselesaikan secara musyawarah oleh Disdik bersama kedua belah pihak, sekolah, KPAID Kota Bekasi, unsur muspida, hingga Polri.

Kabid Dikdas Disdik Kota Bekasi Sri Yulinarti. (Foto: Wijayakusuma/Okezone)

"Kita cukup prihatin dan bersama sepakat untuk bagaimana menjaga agar kejadian serupa tidak terulang. Kita melihat pelaku anak-anak seharusnya mendapat bimbingan kita semua. Hasil kesepakatan, pelaku ini sama-sama kita berikan pembinaan," ujar Sri.

Baca juga: Aksi Pemukulan Tujuh Siswa SD di Bekasi yang Viral Berujung Damai 

Tidak hanya pelaku, tujuh siswa yang menjadi korban juga akan diberikan konseling untuk menghilangkan kemungkinan adanya trauma atau hal lain. Seluruh korban nantinya ditemani orangtua masing-masing.

"Kita juga akan melakukan kunjungan ke keluarga korban dan memantau kondisi dari para korban secara rutin," ungkap Sri.

Ia tidak menampik adanya pengaruh gawai (gadget) hingga membuat pelaku berani meniru hal-hal bernuansa kekerasan yang dilihatnya dari internet. Hal ini diakui dapat mengubah perilaku anak menjadi lebih beringas.

"Sebenarnya anak-anak kita ini banyak mengonsumsi hal-hal dari internet. Mereka berani menampar, menghardik, itu kan karena dilihat dari contoh. Anak kelas VI kok berani memakai fisik. Ya bisa saja, karena tontonan itu mudah didapat," ungkapnya.

Baca juga: Viral Leher Bocah SD Terjepit Bangku di Ruang Kelas 

Sri juga telah membahas masalah ini bersama kementerian terkait dan pihak-pihak lainnya. Mereka diminta agar ikut berpartisipasi dalam upaya mencegah dampak buruk gawai, terutama bagi pelajar.

"Ini kita sudah diundang oleh Kementerian Pemberdayaan Perempuan, Kominfo, Kemenag, dan Kemendikbud. Bukan hanya kita, saya lihat sambutan-sambutan dari negara luar pun sama. Hal-hal kekerasan, seks bebas, narkoba, sudah gampang anak sekolah temukan. Karena apa? Karena anak tak bisa lepas dari gadget," paparnya.

Ilustrasi pemukulan. (Foto: Shutterstock)

"Ini kami imbau waktu pertemuan, mohon dibuatkan sebuah peraturan untuk dibatasi. Tidak usah bawa ponsel ke sekolah. Sekarang kan kita susah meminta siswa tidak bawa ponsel, sementara orangtua dikasih. Ada inovasi sekolah ponsel dipegang oleh wali kelasnya untuk berkomunikasi dengan orangtua. Itu kan salah satu solusi manis, tapi ternyata tidak semua menerima," jelasnya.

Baca juga: Viral Siswa Bersepeda dalam Kelas, Guru: Astagfirullahaladzim 

Selain itu, lanjut Sri, Disdik Kota Bekasi juga membuat surat edaran untuk seluruh sekolah agar lebih memperketat pengawasan, khususnya saat siswa berkumpul di luar area sekolah.

"Kita membuat lagi sebuah edaran kepada sekolah-sekolah untuk waspada dan memperketat lagi. Guru terutama harus betul paham siswanya di luar kelas itu ngapain saja. Radius 50–100 meter masih dipantau pihak sekolah," pungkasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini