nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Kisah Babinsa Hidupi Puluhan Yatim, Jual Sajadah hingga Agen Bangunan

Fetra Hariandja, Jurnalis · Selasa 17 September 2019 10:20 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2019 09 17 337 2105765 kisah-babinsa-hidupi-puluhan-yatim-jual-sajadah-hingga-agen-bangunan-8S2vR0Q6hL.jpg Serka Iswandi bersama anak yatim-piatu Yayasan Fajar Qolbi yang didirikannya. (Foto: Ist)

TANGERANG – Di balik keterbatasan waktu maupun anggaran oprasional, seorang anggota TNI AD yang bertugas sebagai Babinsa di Koramil 04 Ciledug-Kodim 0506 Tangerang bernama Serka Iswandi mampu berbuat lebih untuk masyarakat yang berada di wilayah seputaran kediamanya di Kampung Batas Indah, RT 05 RW 01, Nomor 135, Kelurahan Pondok Betung, Kecamatan Pondok Aren, Tangerang Selatan, Banten.

Hal itu Ia buktikan dengan mendirikan sebuah yayasan yang diberi nama Fajar Qolbi. Yayasan ini bergerak di bidang sosial seperti mengasuh dan membantu puluhan anak yatim-piatu dan kaum duafa yang baru diresmikan Dandim 0506 Tangerang Letkol Inf Wisnu Kurniawan pada Minggu 15 September 2019.

Baca juga: Masa Tugas Berakhir, Tangis Haru Warga Eban Lepas Kepergian Yonif Mekanis 741 

Ketika ditemui di Makodim 0506 Tangerang, Serka Iswandi menyampaikan sejarah yayasan yatim-piatu dan duafa Fajar Qolbi yang didirikan. Berawal dari sembunyi-sembunyi dan tidak terang-terangan, disebabkan masih sedikitnya anak-anak yatim yang berada di seputar kediamannya.

Serka Iswandi bersama anak yatim-piatu Yayasan Fajar Qolbi. (Foto: Ist)

"Kurang lebih enam tahun setiap saya ada rezeki langsung saya antar ke rumah-rumah mereka (yatim-piatu), tapi sekadar uang jajan atau ongkos sekolah, dan jumlah anak masih sedikit. Kebetulan saya anggota TNI dan tinggal bersama masyarakat, jadi tahu betul keadaan mereka," kata Serka Iswandi.

Baca juga: Terjunkan 7.500 Prajurit, TMMD Digelar di 50 Kabupaten/Kota 

Ia menceritakan, akibat penghasilan terbatas sebagai anggota TNI, dirinya bertekat kuat mencari penghasilan lain untuk membantu anak yatim-piatu dengan menjadi agen bahan material bangunan hingga mampu menyisihkan rezeki yang diberikan kepada yatim-piatu.

"Kebetulan masyarakat di sekitar saya sering bangun rumah. Kebetulan saya ada kenalan yang bisa jual pasir, batu kali, dan urukan puing. Setiap ada pesanan barang-barang itu selalu saya sisihkan. Terkadang dapat 500 ribu, terkadang 250 ribu, buat anak-anak itu, dan terus berlanjut sampai 2017," bebernya.

Berjualan Sajadah untuk Membantu Anak Yatim-Piatu

Serka Iswandi pun mengisahkan suka-duka dalam membantu anak yatim-piatu dan duafa. Kejadian itu pernah ia alami saat bulan Ramadan. Ketika ia kekurangan anggaran untuk diberikan ke anak yatim-piatu hingga membuatnya berjualan sarung dan sajadah dari rekan sejawatnya, meski bayarnya memakai kurun waktu atau membantu menjualkan dan untungnya untuk diberikan ke anak yatim-piatu.

"Teman saya, Serda Yatris, mengizinkan untuk bisa ngutang kain sarung dan sajadah. Kalau habis terjual, baru bayar. Alhamdulillah dalam tempo lima hari ada 100 potong terjual dan keuntunganya buat anak yatim-piatu dan duafa kurang lebih 25 anak. Di hari keenam, saya pesan kembali sarung 200 potong dan 67 sajadah, dan terjual 363 potong. Lebaran kurang empat hari, mereka saya panggil, dan saya bagikan di rumah saya," katanya.

Serka Iswandi bersama anak yatim-piatu Yayasan Fajar Qolbi. (Foto: Ist)

Mendapat Bantuan dari Pangdam Jaya

Yayasan Fajar Qolbi mendapat bantuan anggaran dari Panglima Kodam Jaya. Hal itu, menurut Serka Iswandi, dilakukanya pada momen penting yakni 'Jam Pangdam Jaya' tentang Persiapan Pensiun. Ia menceritakan bahwa telah mengasuh puluhan anak yatim-piatu dan membutuhkan anggaran untuk membayar biaya pendidikan.

"Saya sampaikan ke Pangdam Jaya bahwa yayasan saya bergerak dalam bidang sosial yang terdiri dari 68 yatim-piatu, 71 kaum duafa. Kebutuhan setiap bulan Rp20.850.000 buat program uang saku, tambahan belanja kaum duafa. Sedangkan kebutuhan mendesak yakni bayar sekolah anak yatim yang jumlahnya mencapai Rp100 juta," urainya.

"Dijawab oleh Pangdam Jaya 'LUNAS' dan dua hari dananya cair. Saya langsung nangis terharu dan langsung saya bayarkan sesuai kebutuhan anak tingkatan paud, SD, SMP, SMA, termasuk yang di pondok pesantren yakni penghafal Alquran. Semua terbayar sampai bulan Desember 2019. Alhamdulillah, 15 September 2019 sudah diresmikan oleh Bapak Dandim 0506 Tangerang disaksikan unsur muspika," paparnya.

Termotivasi Setelah Teringat Ibu Kandung

Lebih jauh Serka Iswandi menceritakan kerinduan terhadap ibu kandunganya yang telah tiada mengingatkan dirinya akan keberadaan dan nasib anak yatim-piatu serta kalangan duafa yang terdiri dari janda-janda tua di seputaran rumahnya. Ia menyebut hal itu membuat hatinya tergugah dan merasa gundah hingga memutuskan rutin memberikan bantuan.

"Saya sering rindu almarhum ibu saya yang sudah meninggal dan tidak terasa sering air mata ini menetes. Dalam pikiran dan hati saya bergejolak memikirkan ank-anak itu bagaimana makan mereka? Bagaimana sekolah mereka? Bagaimana pergaulan mereka ? masa depan dengan kehidupan mereka? Sering saya puasa dan berdoa izinkan saya yaa Allah berbuat sesuatu untuk anak yatim-piatu dan duafa."

Serka Iswandi bersama anak yatim-piatu Yayasan Fajar Qolbi. (Foto: Ist)

Nama Yayasan Diambil dari Anak dan Restu Keluarga

Nama Yayasan Fajar Qolbi, jelas Serka Iswandi, diambil dari anak sulungnya yang mengikuti pendidikan Scaba TNI AL setelah musyawarah bersama keluarga. Ia juga mengaku restu dari keluarga besarnya mengiringi langkah dalam mendirikan yayasan.

"Ketika musyawarah keluarga, istri saya sembari menangis spontan menjawab ikhlas dan rida. Saya tanya kepada anak yang pertama, bolehkah saya mendirikan yayasan dengan mengambil nama awalnya, anak saya jawab ikhlas. Bahkan, anak saya yang kedua waktu saya tanya, jawabnya senang, katanya banyak teman," beber Serka Iswandi.

Tidak sampai di situ, ia mengaku dengan berbekal restu dari keluarga, dirinya nekat bertanya sana-sini dan memohon restu kepada para ulama setempat serta notaris hingga pengurus dan pengelola untuk melegalkan secara hukum Yayasan Fajar Qolbi.

"Saya memohon restu ulama dan tanya ke notaris seputar persyaratan mendirikan yayasan. Karena waktu itu saya juga belum ada dana. Saya kumpulkan warga untuk membuat struktur yayasan. Alhamdulillah, saya dapat rezeki untuk ke notaris. Proses tiga bulan lebih SK Yayasan Fajar Qolbi keluar," terangnya.

Butuh Partisipasi Berbagai Pihak

Di akhir penyampaiannya, Serka Iswandi mengatakan bagi para donatur maupun masyarakat yang peduli serta hendak berbagi rezeki kepada anak yatim-piatu dan duafa yang berada di yayasannya, bisa menyalurkan ke nomor rekening yayasan atau datang langsung ke sekretariat. Ia pun menyadari bahwa anak yatim-piatu dan duafa membutuhkan perhatian dari semua pihak.

"Yayasan belum punya tempat kegiatan, jadi rumah saya sebagai kantor sekretariat sementara. Bagi para donatur bisa berpartisipasi menyalurkan donasinya melalui rekening atas nama 'Yayasan Fajar Mandiri Syariah 71 32 71 69 05 (Barkot)'. Kami menerima besar-kecilnya bantuan dan tidak terbatas, Rp1.000 pun kami terima," tuturnya.

Serka Iswandi bersama anak yatim-piatu Yayasan Fajar Qolbi. (Foto: Ist)

Dandim 0506 Tangerang Beri Apresiasi

Sementara Komandan Komando Distrik Militer (Dandim) 0506 Tangerang Letkol Inf Wisnu Kurniawan yang meresmikan langsung yayasan sosial ini menyampaikan apresiasi atas kreativitas jajaran Babinsa Koramil 04 Ciledug Serka Iswandi. Menurut dia, hal yang dilakukan Serka Iswandi sangat luar biasa.

"Saya berapresiasi, yang mana anggota saya anggota Kodim 0506 Tangerang bisa mendirikan yayasan yatim, fakir miskin, dan duafa. Saya saja selaku Komandan Kodim belum bisa. Saya sangat bangga sekali," ungkap Letkol Inf Wisnu Kurniawan dalam peresmian Yayasan Fajar Qolbi, Minggu 15 September 2019.

1
4

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini