nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Gagalnya Perbaikan Lahan Gambut Dinilai Jadi Penyebab Kebakaran di Riau Meluas

Muhamad Rizky, Jurnalis · Selasa 17 September 2019 04:32 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2019 09 17 337 2105689 gagalnya-perbaikan-lahan-gambut-dinilai-jadi-penyebab-kebakaran-di-riau-meluas-lRy6GmnG25.jpeg Ilustrasi Kebakaran Hutan (Foto: Okezone)

JAKARTA - Direktur Eksekutif Wahana Lingkungan Hidup (Walhi) Riau, Riko Kurniawan menilai faktor utama penyebab kebakaran yang meluas di Provinsi Riau karena tidak berjalannya pemulihan terhadap lahan gambut yang dilakukan pemerintah. Akibatnya api dengan mudah membakar lahan dan meluas.

"Kebakaran itu pusatnya di daerah gambut itu merata di Riau. Kenapa bisa demikian karena kondisinya rusak parah (pemulihannya gagal) sekarang itulah kenapa kebakaran itu kembali terjadi," kata Riko kepada Okezone, Selasa (17/9/2019).

Di samping lahan gambut yang belum pulih diperbaiki kata dia, faktor lain adalah kemarau panjang dan pembakaran lahan untuk kemudian dirubah menjadi lahan sawit atau akasia.

"Ketiga faktor itulah yang menyebabkan kenapa kemudian kebakaran kembali berulang," paparnya.

Kebakaran Hutan

Baca Juga: Jokowi: Jangan Sampai Karhutla Ganggu Penerbangan

Padahal kata Riko, sudah tiga tahun lalu tidak ada lagi kebakaran. Pemerintah pun sudah tepat untuk melakukan perbaikan terhadap lahan gambut. Sayangnya hal itu tidak berjalan dengan baik.

"Nah implementasinya gagal di lapangan sehinga terjadi kebakaran ditambah lemahnya pengawasan hukum," ungkapnya.

"Artinya agenda pemulihan berjalan mundur dan gagal karena itu dirasakan tim pemadam api tapi persoalannya tim pemadam api kesulitan dapat air. Kalau agenda pemulihan itu baik minimal petugas dilapangan dapat air (untuk memadamkan sehingga pemadaman sulit dilakukan," jelasnya.

Untuk itu Ia meminta agar pemerintah dalam hal ini Presiden Joko Widodo (Jokowi) kembali melakukan evaluasi terhadap perbaikan lahan gambut tersebut. Sebab sejauh ini implementasi persoalan itu dinilai tidak serius.

"Kita khawatri sampai Oktober kemarau makanya kami minta presiden evaluasi restorasi gambut selama ini banyak yang kerja asal-asalan. Dan penegakan hukum yang keras ini yang harus dilakukan pemerintah agar tidak terjadi kebakaran di tahun mendatang," tukasnya.

(edi)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini