nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Ratas di Pekanbaru, Jokowi Sesalkan Satgas Karhutla Tak Tertib

Fakhrizal Fakhri , Jurnalis · Senin 16 September 2019 21:29 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2019 09 16 337 2105654 ratas-di-pekanbaru-jokowi-sesalkan-satgas-karhutla-tak-tertib-jWm8luVGkz.jpg Presiden Jokowi. (Foto : Arif Julianto/Okezone)

JAKARTA – Presiden Joko Widodo (Jokowi) langsung menggelar rapat terbatas penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) setelah tiba di Pekanbaru, Riau, Senin (16/9/2019) malam.

Jokowi mengingatkan, pencegahan karhutla seharusnya mutlak untuk dilaksanakan sesuai arahan ratas pada 15 Juli 2019.

"Pencegahan karhutla itu adalah mutlak harus dilakukan. Karena kalau yang terjadi sudah kejadian kebakaran apalagi di lahan gambut, pengalaman bertahun-tahun kita sudah mengalaminya, sangat sulit menyelesaikan," ujar Jokowi.

Kepala Negara kesal tak ditertibkannya perangkat Satgas Karhutla. Padahal status siaga karhutla sudah dilaksanakan pada 19 Februari 2019. Padahal, kata Jokowi, pemerintah memiliki perangkat mulai gubernur sampai ke tingkat bupati dan wali kota di Provinsi Riau.

"Ada Kades, Pangdam juga punya perangkat, Danrem, Dandim, Koramil, Babinsa semuanya ada. Kapolda juga punya perangkat Kapolres, Kapolsek, sampai Babhinkamtibmas. Semuanya ada, belum yang di BNPB belum kita punya di kehutanan. Kita memiliki semuanya, tapi perangkat-perangkat ini tidak ditertibkan secara baik!" tutur Jokowi.

Karhutla Riau. (Ist)

Jokowi meyakini, bila perangkat pemerintah diaktifkan secara baik, bisa menekan potensi merambatnya karhutla hingga mengakibatkan kabut asap yang mengganggu aktivitas warga.

"Saya yakin, satu titik api ketahuan dulu sebelum menjadi ratusan titik api. Itu sudah saya ingatkan berkali-kali," katanya.


Baca Juga : Mahathir Akan Selidiki Pernyataan Indonesia soal Kabut Asap Bersumber dari Malaysia

Jokowi kembali mengingatkan jajarannya bahwa yang dihadapi dalam karhutla yakni lahan gambut. Menurut dia, karakteristik lahan ini sulit untuk dipadamkan bila terbakar.

"Yang kita hadapi ini bukan hutan, tapi lahan gambut. Kalau sudah terbakar akan sulit dipadamkan," tuturnya.


Baca Juga : Polri Tetapkan 185 Orang Tersangka dan 4 Korporasi di Kasus Karhutla

(erh)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini