nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Polri Tetapkan 185 Orang Tersangka dan 4 Korporasi di Kasus Karhutla

Sarah Hutagaol, Jurnalis · Senin 16 September 2019 15:59 WIB
https: img.okeinfo.net content 2019 09 16 337 2105471 polri-tetapkan-185-orang-tersangka-dan-4-korporasi-di-kasus-karhutla-Ghdt1uGNH9.jpg Karo Penmas Mabes Polri, Brigjen Dedi Prasetyo (foto: Feri Usman/Okezone)

JAKARTA - Polri telah menetapkan 185 orang tersangka dan juga 4 korporasi atas peristiwa kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) yang terjadi di sejumlah daerah di Indonesia.

"Jadi total keseluruhan tersangka yang berhasil diamankan atau disidik oleh jajaran Polda yang disebutkan tadi, ada 185 tersangka perorangan dan untuk korporasi 4 yang sudah ditetapkan sebagai tersangka," kata Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Brigjen Dedi Prasetyo di Bareskrim Polri, Jakarta Selatan, Senin (16/9/2019).

 Baca juga: Kepala BMKG Mengaku Kesulitan Membuat Hujan Buatan Atasi Karhutla Riau

Sebagai rinciannya, Dedi memaparkan Polda Riau menetapkan 47 tersangka perorangan, 1 korporasi. Polda Sumatera Selatan ada 18 tersangka, Polda Jambi terdapat 14 tersangka, Polda Kalimantan Selatan 2 tersangka.

 Kabut Asap

Kemudian, Polda Kalimantan Tengah terdapat 45 tersangka, 1 korporasi. Terakhir, Polda Barat sebanyak 59 tersangka, serta 2 dari korporasi.

"Kasus sendiri yang sebagian besar masih proses sidik ada 95 kasus. Kemudian 41 kasus sudah dilimpahkan ke jaksa penuntut umum, kemudian 2 kasus dinyatakan P21, dan untuk tahap 2 penyerahan barang bukti dan tersangka ada 22 kasus," paparnya.

 Baca juga: Pantau Titik Api Karhutla Riau, TNI Gunakan Drone di Malam Hari

Lebih lanjut, Dedi menjelaskan bahwa pihaknya akan melakukan tindakan secara tegas melalui proses hukum terhadap para pelaku perseorangan ataupun korporasi yang telah menyebabkan karhutla.

"Oleh karena itu Polri konsen melakukan penegakan hukum terhadap siapa saja yang terbukti melakukan pembakaran baik itu lahan maupun hutan, baik itu unsur sengaja maupun ada unsur kelalaian," tutup Dedi.

(wal)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini