nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Wacana Penyidik KPK Jadi ASN, Ini Kata Mahfud MD

Kuntadi, Jurnalis · Minggu 15 September 2019 23:08 WIB
https: img.okeinfo.net content 2019 09 15 337 2105184 wacana-penyidik-kpk-jadi-asn-ini-kata-mahfud-md-j6dDcd9kul.jpg Mantan Ketua MK Mahfud MD saat Bincang dengan Media di Yogyakarta (Foto: iNews/Kuntadi)

YOGYAKARTA – Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK), Mahfud MD mengatakan, tidak ada masalah jika pegawai di Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) nantinya menjadi apartur sipil Negara (ASN).

“Masuk ke program kelembagaan tidak apa-apa, asal tetap independen. Penyidik dan penyelidik tidak harus jaksa atau polisi. Boleh orang yang independen,” jelas Mahfud dalam bincang dengan media di Yogyakarta, Minggu (15/9/2019).

Baca Juga: Masinton: Wadah Pegawai KPK Harus Diisi ASN Agar Tidak Berpolitik 

Dia menjelaskan, perlu pembahasan lebih lanjut mengenai penyidik independen, apakah harus tetap menjadi ASN atau tidak. Pembahasan ini perlu waktu, untuk mencari masukan dari segi kebenarannya dan di sinilah yang diperlukan dalam negara hukum.

Mahfud MD Laporkan Akun Kakek Kampret ke Polres Klaten Terkait Fitnah dan Hoaks (foto: Bramantyo/Okezone)	 

Kendati demikian, Mahfud menegaskan kekhawatiran pegawai KPK tak lagi loyal jika sudah diangkat menjadi ASN bukanlah hal besar. Sebab, seharusnya para pegawai KPK harus loyal kepada negara.

"Monoloyalitas kita itu pada negara dan hukum. Jangan dipisahkan KPK sebagai entitas dari institusi kenegaran yang resmi milik negara," tegas dia.

Mahfud mengaku, sejak awal dirinya sangat mendukung KPK. Bahkan dia ikut melawan para pihak yang ingin menghantam KPK. Setidaknya ada 12 kali Mahfud ikut membela lambaga antirausah di peradilan saat masih menjadi Ketua MK.

"Saya bela terus sampai menang terus. Tapi kita juga harus melihat secara objektif. Ada hal-hal yang mungkin perlu diperbaiki. Jangan sampai putus asa," urai Mahfud.

Baca Juga: Gerindra Minta KPK Diperkuat, tapi Tetap Harus Dievaluasi 

Di tengah polemik mengenai KPK yang berkepanjangan, kata Mahfud perlu adanya semangat untuk memperbaiki lembaga pemberantasan korupsi tersebut. Dia menerangkan, jangan sampai dengan wacana revisi justru menjadikan orang lemah dan membiarkan korupsi kembali terjadi.

“Jangan biarkan korupsi menjadi pemimpin,” tutur dia.

(fid)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini