nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Kisah Korban Bom Bali Video Call dengan Keluarga Amrozi

Fakhrizal Fakhri , Jurnalis · Minggu 15 September 2019 17:30 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2019 09 15 337 2105114 kisah-korban-bom-bali-video-call-dengan-keluarga-amrozi-PLpqG9hs07.jpg Foto Ilustrasi shutterstock

JAKARTA - Korban Bom Bali, Ni Luh Erniati tak pernah berpikir akan menjadi penyintas hingga menjadi duta perdamian untuk korban terorisme di Indonesia.

Peristiwa itu bermula saat Erniati menjadi korban Bom Bali I yang menewaskan suami tercintanya. Ia pun hidup terpuruk atas peristiwa bom itu. Namun, ia harus berdamai dengan dirinya sendiri dengan berbenah karena masih ada dua orang anaknya yang harus diperjuangkan masa depannya.

"Waktu kejadian itu saya setiap hari menangis dan meratapi. Tapi setelah bertahun-tahun saya sadar ini tak akan berubah. Saya harus berbenah," kenang Erniati saat menjandi pembicara dalam peringatan ke-15 tahun Bom Kuningan di Hotel Sofyan Betawi, Jakarta, Minggu (15/9/2019).

 Terorisme

Setelah itu, Erniati diajak bergabung bersama Aliansi Indonesia Damai (AIDA). Di sana, ia tergabung bersama Yayasan Penyintas Indonesia (YPI) yang menjadi wadah bagi para korban terorisme dan menjadi duta perdamaian.

 Baca juga: Korban Terorisme Gelar Peringatan 15 Tahun Bom Kuningan

Tak lama setelah itu, Erniati pun bertemu dengan Ali Fauzi yang merupakan adik dari gembong teroris Amrozi yang telah mendapat hukuman mati di Lapas Nusakambangan.

Pada awalnya, ibu dua anak ini ingin marah kepada pelaku Bom Bali itu. Namun, ia cepat tersadar bahwa kemarahannya itu tak akan mengubah apa-apa. Ia sudah berjanji untuk berdamai dengan dirinya sendiri demi memperjuangkan masa depan anaknya.

"Awalnya saya ingin marah. Ini orang yang membuat suami saya meninggal. Tapi ketika saya memendam rasa marah ini, kalau pun saya ingin mencakar dia tapi hidup saya tidak akan berubah. Suami saya tidak akan pulang. Saya memilih damai dan menjadi teman dengan beliau," ungkapnya.

Akhirnya Erniati menjadi sahabat Ali Fauzi. Bahkan, ia pernah menyambangi dan melakukan video call bersama keluarga Ali Fauzi di Lamongan, Jawa Timur.

 Teroristme

"Saya berbincang dengan keluarganya dan bermain dengan anak-anaknya. Bahkan saya video call sama anaknya," cerita Erniati.

Perempuan asal Bali ini bahkan ingin mempertemukan anak keduanya dengan Ali Fauzi yang merupakan pelaku bom Bali yang menewaskan ayahnya. Erniati mengungkapkan anak keduanya sendiri yang ingin bertemu dengan Ali Fauzi.

"Saya bilang ngapain kamu ingin ketemu Ali Fauzi? Nanti ngamuk? Kata dia, adik ngapain ngamuk, cuma mau bilang jangan begitu lagi," ucapnya.

Erniati mengatakan bahwa perlu proses panjang bagi korban terorisme seperti dirinya untuk bisa berdamai dengan dirinya sendiri. Setelah mampu memaafkan masa lalu, ia pun memilih untuk bergelut menjadi duta perdamaian sekaligus menjadi obat terapi bagi dirinya sendiri.

"Saya ceritakan bagaimana bisa bangkit. Setelah bercerita, saya merasa perasaan saya beda, lega. Perasaan saya lega," paparnya.

"Jangan khawatir ketemu mantan teroris. Kenapa saya ingin berbagi, saya ingin mengajak teman penyintas. Karena manfaatnya secara pribadinya sudah rasakan," tandasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini