nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Beredar Pernyataan Veronica Koman di Medsos Tanggapi Status Tersangka hingga soal Rekening

Achmad Fardiansyah , Jurnalis · Sabtu 14 September 2019 23:35 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2019 09 14 337 2104939 beredar-pernyataan-veronica-koman-di-medsos-tanggapi-status-tersangka-hingga-kejanggalan-rekening-x0tZIsfsIv.jpg Veronica Koman (Berbaju Merah) (Foto: Facebook/Veronica Koman)

Adapun Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Australia pernah mengganggu studinya setelah dirinya berbicara tentang pelanggaran HAM Papua di acara yang diselenggarakan oleh Amnesty International Australia serta gereja-gereja Australia.

"Para staf KBRI tidak hanya datang ke acara tersebut untuk memotret dan merekam guna mengintimidasi pembicara. Tapi saya juga dilaporkan ke institusi beasiswa atas tuduhan mendukung separatisme di acara tersebut. Itu juga yang membuat hubungan saya dengan institusi beasiswa saya menjadi dingin dan saya tidak meminta lagi pembiayaan beberapa hal yang seharusnya masih menjadi tanggungan beasiswa,” kata dia.

Sementara mengenai saldo rekening, Veronica memastikan jika hal itu masih dalam batas nominal yang wajar sebagai pengacara yang juga kerap melakukan penelitian.

“Bahwa tentu betul saya menarik uang di Papua ketika saya berkunjung ke Papua, dengan nominal yang sewajarnya untuk biaya hidup sehari-hari. Bahwa saya hanya pernah ke Surabaya sekali dalam seumur hidup saya, selama 4 hari, yaitu ketika pendampingan aksi 1 Desember 2018 bagi klien saya AMP," ucap dia

"Saya tidak ingat bila pernah menarik uang di Surabaya. Apabila saya sempat pun ketika itu, saya yakin maksimal hanya sejumlah batas sekali penarikan ATM untuk biaya makan dan transportasi sendiri,” timpal Veronica.

Oleh sebab itu, dirinya menganggap pemeriksaan rekening pribadi tidak ada sangkut pautnya dengan tuduhan pasal yang disangkakan kepadanya sehingga ini adalah bentuk penyalahgunaan wewenang kepolisian, apalagi kemudian menyampaikannya ke media massa dengan narasi yang teramat berlebihan.

Baca Juga: Polisi Temukan Dana Besar Masuk ke Rekening Veronica Koman 

“Waktu dan energi yang negara ini alokasikan untuk menyampaikan propaganda negatif selalu jauh lebih besar ketimbang yang betul-betul digunakan untuk mengusut dan menyelesaikan pelanggaran HAM yang saat ini terjadi di Papua. Secara terang benderang, kita melihat metode ‘shoot the messenger’ sedang dilakukan aparat untuk kasus ini. Ketika tidak mampu dan tidak mau mengusut pelanggaran/kejahatan HAM yang ada, maka seranglah saja si penyampai pesan itu,” jelas dia.

“Papua adalah salah satu wilayah yang paling ditutup di dunia ini. Dan kembali saya tegaskan, kriminalisasi terhadap saya adalah rangkaian dari upaya negara untuk terus membungkam informasi yang keluar dari Papua,” tutupnya.

Hingga berita ini dibuat, belum ada konfirmasi dari pihak kepolisian terkait penyataan Veronica Koman yang membantah segala tudingan atas kasusnya.

(fid)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini