Pimpinan DPD Harus Punya Karakter Kuat dan Komunikatif

Harits Tryan Akhmad, Okezone · Sabtu 14 September 2019 22:31 WIB
https: img.okezone.com content 2019 09 14 337 2104876 pimpinan-dpd-harus-punya-karakter-kuat-dan-komunikatif-NCXFtWDitM.jpg Ilustrasi (Foto: Okezone)

JAKARTA - Pemilihan kursi pimpinan DPD RI masih menyisakan tanda tanya. Sejumlah tokoh digadang-gadang bakal menjadi pucuk pimpinan perwakilan daerah itu.

Direktur Eksekutif Voxpol Center Reseach and Consulting, Pangi Syarwi berpendapat bahwa pimpinan Dewan Perwakilan Daerah (DPD) harus memiliki karakter kuat. Terlebih, lembaga representasi daerah itu harus memerjuangkan hak-hak daerah di tingkat pusat. 

"Dalam konteks perwakilan politik di Indonesia, DPD RI lahir dari konsensus politik nasional untuk memperkuat fungsi perwakilan daerah di tingkat nasional, di samping perwakilan politik DPR," ujar Pangi dalam diskusi bertema 'Penguatan DPD RI: Siapa yang Layak di Kursi Pimpinan' di kawasan Cikini, Menteng, Jakarta Pusat, Sabtu (14/9/2019).

Ia berharap dalam hal ini pengisian posisi kursi pimpinan DPD periode 2019-2024 dapat memperkuat kelembagaan DPD dalam upaya konsistensi atas pilihan politik untuk menjalankan sistem bikameral secara murni.

"Pimpinan DPD harus punya karakter kuat, punya narasi, komunikatif, diterima di semua level dan dapat menjadi solidarity maker," katanya.

Saat ini, anggota DPD terpilih, Tamsil Linrung salah satu yang digadang-gadang bisa menjadi Ketua DPD periode 2019-2024. Menurut pandangannya, ‎Tamsil merupakan sosok politisi yang sudah malang melintang dipanggung politik nasional dan punya pengalaman sebagai anggota legislatif.

“Yang terpenting punya narasi dan gagasan yang akan diperjuangkan, modal yang dimiliki ini membuat beliau layak untuk memimpin DPD untuk memuluskan agenda penguatan kelembagaan DPD ke depan,” ucap Pangi.

Sementara itu, anggota DPD terpilih, Tamsil Linrung membeberkan gagasannya dan pandangannya dalam upaya penguatan kelembagaan DPD. Pertama menurut dia ialah konsistensi atas amanat konstitusi.

"DPD harus memainkan peranan strategis dalam sistem dua kamar (bikameral sistem-red) bukan hanya semata menjadi utusan daerah," ujar Tamsil.

Kedua kata dia, DPD harus melakukan perluasan kewenangan dengan memainkan peran strategis seperti memperkuat pembahasan berlapis terhadap RUU. "Ketiga yakni faktor kepemimpinan harus mempunyai karakter kuat, narasi komunikatif sehingga diterima semua level," tandasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini