nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Irjen Firli Bahuri Terpilih Jadi Ketua KPK, DPR: Dia Harus Berhenti dari Polisi

Fadel Prayoga, Jurnalis · Sabtu 14 September 2019 20:31 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2019 09 14 337 2104858 irjen-firli-bahuri-terpilih-jadi-ketua-kpk-dpr-dia-harus-berhenti-dari-polisi-oUdZrcnosO.JPG Irjen Pol Firli Bahuri saat menjalani tes wawancara dan uji publik capim KPK (Foto: Setneg RI)

JAKARTA - Anggota Komisi II DPR RI dari Fraksi Partai NasDem, Zulfan Lindan meminta Irjen Pol Firli Bahuri mundur dari lembaga kepolisian setelah yang bersangkutan resmi terpilih sebagai Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) periode 2019-2023.

Menurut dia, jika jenderal bintang dua itu masih bertugas di jajaran Korps Bhayangkara, maka akan membahayakan dirinya ketika melakukan tindakan hukum yang terjadi di lembaganya.

"Dia harus segera berhenti, karena kalau enggak, conflict of interest tadi akan terjadi," kata Zulfan dalam diskusi bertajuk 'KPK: Pimpinan Baru dan Revisi Undang-undangnya' di kawasan Cikini, Jakarta Pusat. Sabtu (14/9/2019).

Baca juga: Komentar Jokowi Tentang Firli Bahuri Jadi Ketua KPK

Ia menilai, sosok Firli akan mampu membawa perubahan dalam mengarahkan lembaga antirasuah ke jalan yang sesuai dengan konstitusi ketika memberantas korupsi di Tanah Air.

"Ya, dia kan dari leadership-nya paling layak kita lihat. Karena KPK perlu leadership," ujarnya.

Selain itu, kata dia, dirinya menyayangkan adanya anggapan anggota kepolisian tidak boleh menjadi pimpinan KPK. Menurutnya, anggapan tersebut tidak adil bagi seorang polisi yang ingin menjadi pimpinan KPK.

"Ini repot, nanti anak polisi, anak jaksa enggak boleh. Kita harus adil. Keadilan itu dalam menetapkan seseorang itu penting," kata dia.

Baca juga: Irjen Firli Terpilih Jadi Ketua KPK, Ini Harapan Korps Bhayangkara

Seperti diketahui, lima pimpinan KPK periode 2019-2023 sudah terpilih. Di mana, Irjen Firli Bahuri meraih suara terbanyak dalam voting di Komisi III DPR RI. Pemilihan lima pimpinan KPK dari 10 calon yang diajukan oleh panitia seleksi digelar melalui voting oleh 56 anggota Komisi III.

Pemilihan berlangsung setelah selesainya uji kelayakan dan kepatutan (fit and proper test) terhadap 10 capim KPK di ruang rapat Komisi III, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, 13 September 2019.

(put)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini