nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Perebutan Kursi Ketum Golkar, SMRC: Jokowi Sebaiknya Netral

Fadel Prayoga, Jurnalis · Sabtu 14 September 2019 12:04 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2019 09 14 337 2104788 perebutan-kursi-ketum-golkar-smrc-jokowi-sebaiknya-netral-MaH8vtENZU.jpg Diskusi Polemik MNC Trijaya Network bertajuk Bursa Ketum Golkar, Kemana Istana Berlabuh? (Foto: Fadel Prayoga)

JAKARTA - Direktur Program Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC), Sirojudin Abbas meminta kepada Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk bersikap netral dalam bursa perebutan ketua umum Partai Golkar. Hal itu untuk menjaga keutuhan partai politik berlambang pohon beringin tersebut.

"Pak Jokowi sebaiknya bersikap untuk netral dalam perebutan ketum Partai Golkar," kata Sirojudin dalam diskusi Polemik MNC Trijaya Network dengan tajuk Bursa Ketum Golkar, Kemana Istana Berlabuh? di d'consulate, Jakarta Pusat, Sabtu (14/9/2019).

Baca Juga: Suara Terbanyak Kedua di DPR, Caleg Golkar Bakal Dapat Penghargaan

Menurut dia, bila ada keretakan di dalam Partai Golkar, maka akan mengancam eksistensi partai politik dalam menyongsong Pemilu 2024 mendatang. "Bukan Pak Jokowi yang terganggu, tapi Golkar sendiri," ujarnya.

Jokowi

Ia menilai, mendekati kegiatan Munas Partai Golkar berlangsung nanti, diprediksi akan muncul-muncul tokoh lain yang akan maju memperebutkan kursi nomor satu di partai berlambang pohon beringin tersebut.

Menurut dia, calon-calon ketua umum nanti tak hanya dua orang, yaitu Airlangga Hartarto dan Bambang Soesatyo. "Kekuatan tokoh-tokoh di Golkar cukup berimbang. Itu normal. Indikasi sehatnya politik di Partai Golkar," katanya.

Baca Juga: Badan Advokasi Hukum dan HAM DPP Partai Golkar Dukung Bamsoet Jadi Ketum

(Ari)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini