nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Aksi Bang Jek Sodomi 50 Bocah dengan Iming-Iming Uang

Lukman Hakim, Jurnalis · Sabtu 14 September 2019 01:36 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2019 09 14 337 2104704 aksi-bang-jek-sodomi-50-bocah-dengan-iming-iming-uang-OztG8apb5R.jpg ilustrasi (Shutterstock)

SURABAYA – Polisi menangkap Muhajar Sidiq alias Bang Jek (42) atas dugaan melakukan sodomi terhadap anak-anak. Warga Kecamatan Ngantru, Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur itu diduga mencabuli 50 anak sejak 2008. Atas perbuatannya, Jek terancam 15 tahun penjara.

Kasubdit IV Renakta Ditreskrimum Polda Jawa Timur, AKBP Festo Ari Permana mengatakan, pihaknya menangkap Jek setelah mengidentifikasi 19 korban pencabulan dilakukan pria itu. Mulanya, ada satu korban membuat pengakuan sehingga polisi pun membongkar praktik tersebut.

“Seluruh korban merupakan anak-anak di bawah umur hingga remaja. Mulai dari berusia 14 hingga 19 tahun,” kata Festo di Mapolda Jawa Timur di Kota Surabaya, Jumat (13/9/2019).

Dalam melakukan aksi bejatnya, Bang Jek diduga terlebih dulu mengajak calon korban ke warung kopi. Dari sana pelaku mengajak ngobrol hingga kemudian si calon korban bersedia diajak rumah pelaku di sebuah desa di Kecamatan Ngantru, Kabupaten Tulungagung.

 Ilustrasi

Setelah sampai di rumah, Bang Jek mengiming-imingi calon korban uang Rp20.000 hingga 50.000 jika mau melayani aksi bejat pelaku.

“Perbuatan pelaku sudah dilakukan sejak 2008. Kasus ini terbongkar setelah kami mendapatkan laporan di 2018 lalu, saat itu salah satu korban melaporkan. Laporan itu kami kembangkan dan menemukan ada 19 orang anak jadi korban,” ujar Festo.

Saat ini, lanjut dia, pihaknya masih melakukan tes kejiwaaan. Ini untuk mengetahui apakah tersangka memiliki kelainan orientasi seksual atau tidak. Selama sepuluh tahun melakukan pencabulan, polisi menduga ada 50 anak laki-laki yang menjadi korban.

"Kami masih terus melakukan pengembangan kasus ini. Korban tidak hanya dari Tulungagung, tapi juga dari kota lain seperti dari Blitar, Tulungagung dan Kediri. Sejauh ini memang korban lebih banyak tertutup," tandas Festo.

Sementara itu, di hadapan penyidik, Bang Jek membantah bahwa dirinya melakukan sodomi terhadap para korbannya. Dia mengaku hanya meminta pada korbannya untuk dan memainkan alat vitalnya saja.

Terkait iming-iming, pelaku mengakui tuduhan tersebut. Hal itu dia lakukan untuk lebih mudah menjerat korbannya. “Dalam satu hari, saya selalu mendapatkan korban baru yang rata-rata di bawah umur. Mulai umur 14-19 tahun yang kebanyakan para tetangga. Tapi ada juga yang dari jauh,” katanya.

Dalam perkara ini pelaku dijerat pasal 82 UU Nomor 17 tahun 2016 jo UU Nomor 23 tahun 2002 tentang Perlindungan Anak. Ancaman hukumannya hingga 15 tahun penjara.

Polda Jatim telah menyita beberapa barang bukti, seperti celana dalam milik korban, baju milik tersangka, handphone tersanka hingga beberapa akta kelahiran milik korban.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini