nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Wiranto Sebut Modus Baru Karhutla karena Politik

Fakhrizal Fakhri , Jurnalis · Jum'at 13 September 2019 21:39 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2019 09 13 337 2104669 wiranto-sebut-modus-baru-karhutla-karena-politik-1halJiFe4k.jpeg Menko Polhukam Wiranto (Foto: Okezone)

JAKARTA - Menko Polhukam Wiranto menyebut modus baru dalam kebakaran hutan dan lahan (karhutla) karena persoalan politik. Misal, pembakaran hutan yang terjadi di Kalimantan karena urusan pemilihan kepala daerah (Pilkada).

"Tapi muncul baru sekarang kan. Ada modus operandi baru pembakaran hutan karena politik. Ya kan? Di Palangkaraya itu, misalnya membakar hutan karena ada persaingan politik dalam rangka Pilkada, ada juga," ujar Wiranto dalam Rakorsus pembahasan Karhutla di Kemenko Polhukam, Jakarta, Jumat (13/9/2019).

Wiranto menyoroti peningkatan titik api yang terjadi di Provinsi Riau yang telah menghambat aktivitas warga. Selain itu, asap juga telah menyebar hingga ke negara Malaysia.

"Proses fase kebakaran hutan bukan disebabkan alam tapi karena ulah manusia. Asap memang sudah cenderung menyebrang ke wilayah negara tetangga. Tapi yang jelas sudah ganggu kehidupan masyarakat yang tedampak," ujarnya.

Baca Juga: Petani Gaek Tewas Terbakar saat Padamkan Karhutla di Riau

Wiranto ingin penanganan karhutla segera bisa dipadamkan lantaran puncak musim kemarau masih berlangsung hingg Oktober.

Karhutla

Mantan Panglima ABRI itu ingin jumlah Satgas Karhutla diperbanyak guna melakukan operasi pemadaman dari darat. Kemudian, Wiranto juga menekankan agar alat kelengkapan pemadaman karhuta bisa diperbanyak.

"Perlunya memanfaatkan peluang hujan buatan. Hujan buatan itu kebakaran selesai semuanya tapi masalahnya hujan kan belum turun. Tapi kalau bisa diturunkan ya bagus namun tentu terkendala karena hujan buatan bisa dilakukan kalau persyaratannya ada awan di atas lokasi itu yang kadar airnya 75 persen," ujarnya.

Pemerintah sudah menyiagakan sejumlah pesawat dan 42 helikopter guna melakukan operasi pemadaman lewat udara. Menurut Wiranto, bom air akan diterjukan bila asap semakin tebal.

"Penegakan hukum yang keras tegas Presidwn minta itu harus tegas dan ada efek jera baik korporasi maupun perambah, menjadi tersangka kebakaran hutan itu. Tidak ada kompromi dengan para pembakar itu," ujarnya.

Baca Juga: Bencana Kabut Asap Pekanbaru, Pesawat Citilink Dialihkan Mendarat ke Batam

(Ari)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini