nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Polri: Motif Orang Menyewa Pembunuh Bayaran Kebanyakan karena Dendam

Achmad Fardiansyah , Jurnalis · Sabtu 14 September 2019 11:31 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2019 09 13 337 2104664 polri-motif-orang-menyewa-pembunuh-bayaran-kebanyakan-karena-dendam-Pp3jhDcag6.jpg Karo Penmas Polri, Brigjen Dedi Prasetyo (Foto: Okezone)

JAKARTA - Karo Penmas Div Humas Mabes Polri, Brigjen Dedi Prasetyo mengungkapkan motif pembunuhan yang menggunakan jasa pembunuhan bayaran dapat dipicu beberapa kategori.

Menurut pengalaman dalam pengungkapan pembunuhan dengan menggunakan jasa pembunuhan bayaran dipicu oleh dendam dan persoalan ekonomi.

"Kalau pembunuhan dengan menyewa jasa pembunuh bayaran, dari pengalaman yang berhasil diungkap oleh Polri disebabkan karena masalah ekonomi atau dendam," katanya kepada Okezone, Sabtu (14/9/2019).

Seperti yang dilakukan Aulia Kesuma yang membunuh suaminya sendiri, Edi Chandra Purnama alias Pupung dan anak tirinya Muhammad Adi Pradana alias Dana.

Infografis Pembunuh Bayaran (Foto: Okezone)

Aulia yang dibantu anaknya Kevin telah menyewa tiga orang pembunuh bayaran yang dibayar sekira Rp 500 juta dilatar belakangi bahwa Aulia terlilit utang miliaran rupiah di dua bank.

Tidak hanya terlilit utang, Aulia rupanya menyimpan dendam yang mendalam, pasalnya pada saat dirinya meminta solusi kepada Pupung agar utang piutangnya bisa lunas, Aulia mengaku malah mendapatkan perlakuan yang tidak enak, berbagai cacian dilontarkan kepadanya. Sebab Aulia meminta untuk menjual salah satu aset milik suami.

"Jadi penyebabnya kalau enggak utang piutang, dendam, warisan dan ingin menguasai harta secara sepihak," ungkap Dedi.

Jadi, penyebab Aulia menyewa pembunuh bayaran dapat disimpulkan karena persoalan dendam karena sering dicaci dan persoalan utang piutang yang selalu menghantuinya setiap bulan.

Adapun bagaimana Aulia Kesuma bisa mendapatkan informasi adanya penyedia jasa pembunuh bayaran, setelah dendam menumpuk, akhirnya ada niatan ingin menghabisi Pupung dan Dana. Aulia pun awalnya menggunakan cara-cara supranatural atau dikenal Santet, namun cara tersebut gagal.

Pada akhirnya Aulia bertemu dengan salah satu asisten rumah tangganya yakni R, disanalah R menyarankan Aulia untuk menyewa eksekutor untuk menghabisi suaminya yang jago silat Cimande itu.

Setelah panjang lebar berkonsultasi dengan R, tiga pelaku pembunuh bayaran yakni Agus, Sugeng, dan Alpa datang ke Jakarta.

Sebelum melakukan eksekusi, Aulia membuat strategi bahwa aksi yang direncanakan seolah-olah terjadi perampokan. Pada awalnya Aulia ingin menghabisi suami dan anak tirinya dengan cara ditembak. Bahkan Aulia sudah mengirim uang untuk membeli senjata api.

Ilustrasi

Akan tetapi, Aulia berubah pikiran, agar Pupung dan Dana tewas menggunakan cara lain yakni Aulia mengerus tiga puluh butir obat tidur kemudian ditaburkan dalam jus tomat kesukaannya.

Setelah berhasil teler, para pembunuh bayaran itu meluncur kediaman Aulia, namun di tengah jalan, penyakit Alpa kambuh mirip seperti orang ayan. Alhasil salah satu mantan asisten rumah tangga keluarga Pupung, R kemudian turun menemani Alpa kembali ke penginapan. Dua orang temannya tetap melanjutkan rencana untuk membantu Aulia membunuh suaminya.

Oleh karenanya, hingga saat ini Dedi mengaku belum ditemukan apakah ada sindikat yang menyediakan jasa pembunuh bayaran.

"Untuk sindikat belum ditemukan," tegasnya.

Dedi menilai, para pengguna jasa pembunuh bayaran didominasi bermitif ekonomi. "Pelaku hanya bermotif ekonomi atau mencari keuntungan darj perbuatannya tersebut," tutupnya.

1
2

Berita Terkait

Liputan Khusus

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini