nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Pimpinan dan Penasihat KPK Mundur, Ini Tanggapan Komisi III DPR

Arie Dwi Satrio, Jurnalis · Jum'at 13 September 2019 17:23 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2019 09 13 337 2104524 pimpinan-dan-penasihat-kpk-mundur-ini-tanggapan-komisi-iii-dpr-ReKmlCrEJO.jpg Anggota Komisi III DPR, Masinton Pasaribu (foto: Okezone)

JAKARTA - Anggota Komisi III DPR RI dari Fraksi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P), Masinton Pasaribu mengkritisi soal mundurnya Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Saut Situmorang dan Penasihat KPK, M Tsani dari jabatannya.

Masinton menduga mundurnya kedua pejabat KPK tersebut dari jabatannya berkaitan dengan terpilihnya Irjen Firli Bahuri sebagai Ketua KPK. Saut dan Tsani sendiri mundur dari jabatannya setelah Komisi III DPR memilih Firli Bahuri sebagai Ketua KPK periode 2019-2023, pada Jumat (13/9/2019), dini hari.

"Kan mereka yang paling getol menyerang Pak Firli. Lalu mereka merasa misinya nggak berhasil ya mengundurkan diri," kata Masinton di Gedung DPR, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat (13/9/2019).

 Baca juga: Saut Situmorang Mundur dari Wakil Ketua KPK

Di sisi lain, lanjut Masinton, sikap Saut ini juga menjadikan Komisi III ragu atas integritas dan sikap bertanggungjawab sebagai pimpinan KPK. Padahal, kata dia, Saut selama bekerja 4 tahun di KPK ini sudah digaji pemerintah alias dengan uang rakyat.

"Kan mereka digaji negara untuk bekerja profesional, lalu kesempatan itu malah mereka gunakan untuk aktivitas politik menyerang orang. Ketika keinginan mereka tidak terpenuhi lalu mengundurkan diri. Pertanggungjawabkan dong semuanya sampai selesai masa jabatan," tutur Politikus PDI-P tersebut.

 Baca juga: Ini Kata JK soal Keputusan Saut Situmorang Mundur dari KPK

Sementara itu, Anggota Komisi III DPR Fraksi NasDem, Taufiqulhadi enggan berkomentar secara pasti mengenai latar belakang mundurnya Saut.

Sebab, tidak ada pernyataan dari Saut secara langsung bahwa yang bersangkutan mundurnya karena terpilihnya lima pimpinan KPK yang baru. Hanya saja, menurut Taufiq, mundurnya Saut menandakan yang bersangkutan tidak bertanggungjawab.

"Kan tidak ada statemen seperti itu (mundurnya Saut karena Firli), maka saya tidak bisa menanggapi. (Hanya saja Saut) Nggak bertanggungjawab. (Padahal) sisa masa jabatannya masih tiga bulan, harusnya dia selesaikan itu," kata Taufiq terpisah.

Menurut Taufiq, semestinya Saut bisa bertahan menuntaskan tugasnya yang hanya tersisa tiga bulan lagi. Dia mengingatkan kembali bahwa Saut pernah bersemangat melobi anggota DPR ketika ingin menjadi pimpinan KPK.

"Jangan hanya bersemangat ketika dulu dipilih itu dia minta pejabat untuk mendukung dia. Kemudian bertemu untuk melakokan lobi biar dipilih. Sekarang tiba-tiba mengundurkan diri di tengah jalan, padahal 3 bulan lagi dia selesai," ucap Taufiq.

(wal)

Berita Terkait

KPK

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini