nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Formappi: Firli Bahuri Bisa Jadi Sandera Koruptor

Muhamad Rizky, Jurnalis · Jum'at 13 September 2019 16:25 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2019 09 13 337 2104498 formappi-firli-bahuri-bisa-jadi-sandera-koruptor-l5Ub9GphXk.jpg Peneliti Formappi Lucius Karus dalam diskusi di Matraman, Jakarta Timur (Foto: Muhamad Rizky/Okezone)

JAKARTA - Peneliti Forum Masyarakat Peduli Parlemen Indonesia (Formappi) Lucius Karus menilai terpilihnya Irjen Pol Firli Bahuri sebagai Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) bisa menyandera lembaga antirasuah itu dalam menuntaskan kasus korupsi. Sebab, Firli memiliki catatan buruk.

"Jadi, dengan modal adanya cacat etik oleh Firli ini, saya kira modal dia untuk pimpin KPK semakin kuat itu tidak ada. Kasus pelanggaran etik ini setiap saat bisa jadi alat para koruptor untuk melemahkan keputusan yang dibuat komisioner KPK yang dipimpin Firli ini," kata Lucius di Matraman, Jakarta Timur, Jumat (14/9/2019).

Baca Juga: Polri Enggan Komentari Sikap Internal KPK atas Firli Bahuri

Firli Bahuri

Menurutnya, Firli kerap dikritik karena kasus pelanggaran kode etik yang sudah diputuskan KPK saat menjabat sebagai Deputi Pencegahan di KPK. Meski Firli tidak mengaku saat fit and proper test di Komisi III DPR. Dengan adanya kasus itu, menurutnya, pemilihan Firli sebagai Ketua KPK oleh Komisi III DPR RI tidak tepat.

"Bagi saya KPK yang kuat mesti diisi oleh pimpinan yang paling sedikit punya masalah karena masalah bagi pimpinan KPK itu sekaligus jadi sandera bagi koruptor saat dia tegakkan korupsi di KPK nanti," ujarnya.

Lebih lanjut Lucius menjelaskan, apabila selama ini DPR menilai bahwa KPK memiliki banyak kekurangan, seharusnya DPR tidak memilih pemimpin yang memiliki sejumlah masalah. Hal itu membuat legitimasi KPK lemah sejak awal.

"Dan ini (justru) memuluskan niat DPR niat koruptor untuk melemahkan KPK. Firli ini simbol aja dari perjuangan besar untuk melemahkan KPK," katanya.

Baca Juga: Jabat Ketua KPK, Firli Bahuri Miliki Harta Kekayaan Rp18,2 Miliar

(Ari)

Berita Terkait

Pansel KPK

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini