nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

KPK Segera Punya Pimpinan Baru, Fahri Hamzah: Kerja Besar Menunggu

Angkasa Yudhistira, Jurnalis · Jum'at 13 September 2019 14:42 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2019 09 13 337 2104418 kpk-segera-punya-pimpinan-baru-fahri-hamzah-kerja-besar-menunggu-Tv9xBREadX.jpg Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah

JAKARTA - Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah mengucapkan selamat pada lima pimpinan baru Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang telah dipilih Komisi III DPR dini hari tadi.

"Kerja besar menunggu. Kembali pada pangkuan pertiwi, kembali pada konstitusi dan hukum. Hentikan segala kegiatan politik dan penggalangan intelijen. Bekerjalah sistematis dengan penguatan Kordinasi, supervisi dan Monitoring. Sukses!" tulis Fahri di akun Twitternya, Jumat (13/9/2019).

Dirinya pun mengusulkan pada pimpinan KPK yang demisioner serta para pegawai tetap bekerja secara profesional. "Hentikan demonstrasi. Renungkan kembali makna bekerja untuk negara. Kalian Bukan LSM. Konsepnya beda, tapi yang mau kembali LSM sikakan mengundurkan diri hari ini juga," kata dia.

Ilustrasi

Sebagai lembaga independen, sambungnya, KPK harus dibersihkan dari kerja politik atas nama apapun. Fahri mengatakan, politik hukum KPK adalah politik hukum negara yang diamanahkan konstitusi sebagai negara hukum yang demokratis.

"Mari kita beri kepercayaan pada pimpinan baru sambil kita awasi," tuturnya.

Fahri menyatakan negara harus kembali normal, UU darurat tidak boleh diberi ruang kembali. "Suasana perang hentikan! Ini masa bersatu, konsolidasikan kekuatan untuk membangun negara yang damai dan tenang. Kalau ada perbedaan pendapat antar lembaga selesaikan dengan Kordinasi bukan demonstrasi," ujarnya.

Baca Juga : Jangan Saling Serang soal Revisi UU KPK

Baca Juga : Komisi III DPR Singgung Pengunduran Diri Pimpinan dan Penasihat KPK

Semua 'kedaruratan' yang dibuat sepihak oleh negara, kata Fahri biasanya bikin ribut sendiri. Sebab ada aliran uang untuk membuat keributan.

"Sudahlah, negara harus terkonsolidasi. Hormati kerja masing-masing jangan menebar perasaan tidak tenang sehingga negara lamban dan tidak berani ambil keputusan," kata Fahri.

(aky)

Berita Terkait

Pansel KPK

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini