nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Jokowi, BG dan Filosofi "Velox et Exactus"

Amril Amarullah, Jurnalis · Kamis 12 September 2019 21:46 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2019 09 12 337 2104185 jokowi-bg-dan-filosofi-velox-et-exactus-3b1tQbh6i8.jpg Kepala BIN Budi Gunawan saat mendampingi Presiden Jokowi menemui tokoh Papua-Papua Barat di Istana, Jakarta (Foto: Fakhrizal Fakhri)

Hubungan yang sangat erat antara Jokowi dan BG ini bukan hanya terjadi pada pertemuan dengan tokoh-tokoh Papua dan Papua Barat, akan tetapi bisa dilihat dari beberapa event sebelumnya. Fungsi-fungsi intelijen yang dilakukan oleh BIN berhasil mengamankan kunjungan Jokowi ke Afghanistan tahun 2018 lalu.

"Partisipasi sekelompok warga negara Indonesia, maupun komunikasi yang masih dimiliki oleh kelompok terror di Indonesia dengan kelompok-kelompok terror di Afghanistan, baik Al-Qaida maupun Islamic State membuat tingkat ancaman terhadap keselamatan Jokowi saat ke Afghanistan itu menjadi sangat tinggi. Mengantisipasinya, BIN melakukan langkah-langkah yang sangat tepat dan terbukti bahwa kunjungan tersebut bisa berjalan dengan baik," tuturnya.

Alto Labetubun menambahkan, peran BG juga sangat signifikan ketika Jokowi bertemu dengan Prabowo pada 13 Juli 2019 di stasiun MRT Lebak Bulus. Pertemuan yang menjadi momen pertama kali kedua competitor ini bertemu, sekaligus menjadi simbol rekonsiliasi dari dua kubu yang selama ini sangat terpolarisasi tentu membuat suasana paska penetapan Presiden terpilih itu menjadi lebih adem dan tenang.

Selain itu, tentunya adalah peran BIN yang bekerja sama dengan Polri untuk mengidentifikasi kelompok-kelompok terror yang ingin mengacaukan proses Pilpres dari saat proses pencoblosan sampai pada tahap penetapan pemenang Pilpres 2019 oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU).

Penangkapan puluhan orang yang sudah merencanakan aksi terror dengan menggunakan bahan peledak buatan sendiri alias improvised explosive devices tersebut tentu tidak lepas dari tangan-tangan dingin BIN yang bekerja senyap namun cepat dan tepat dalam mengungkap operasi mereka dan menyerahkannya ke Polri untuk diproses sesuai dengan hukum yang berlaku.

"Di tangan BG, BIN kembali ke filosofi intelijen yaitu senyap, cepat dan tepat alias Velox et Exactus. Hal ini sangat sejalan dengan gaya kepemimpinan dan leadership philosophy yang selama ini ditunjukkan oleh Jokowi. Jokowi yang tenang, tidak terburu-buru dan cenderung mengambil keputusan yang cepat dan tepat di saat orang tidak mengantisipasi membutuhkan orang yang juga mampu memainkan irama yang sama dengan beliau," ujarnya.

Orang-orang yang bisa beroperasi secara senyap alias covert, tapi cepat dan tepat, adalah orang-orang yang dibutuhkan dan dipercaya oleh Jokowi dalam menjalankan kebijakan-kebijakannya, dan BG sudah terbukti adalah orang yang dipercaya Jokowi untuk itu.

Velox et Exactus alias cepat dan tepat adalah filsafat BIN yang benar-benar dilakukan dengan maksimum, dan selalu senyap. Hakikat intelijen sebagai prajurit bayangan ini benar-benar dipraktikkan oleh BIN di bawah komando BG.

(Ari)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini