nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Menkominfo Soroti Konten Hoaks, Persekusi dan Radikalisme di Dunia Maya

Harits Tryan Akhmad, Jurnalis · Kamis 12 September 2019 23:10 WIB
https: img.okeinfo.net content 2019 09 12 337 2104181 menkominfo-soroti-konten-hoaks-persekusi-dan-radikalisme-di-dunia-maya-6XbC74l7C6.jpg Menkominfo Rudiantara (Foto: Okezone)

JAKARTA - Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Rudiantara menegaskan bahwa dunia digital kini menghadapi tantangan yang harus ditanggapi dengan cerdas.

“Hidup di era digital memudahkan kita untuk mendapatkan, berbagi, hingga mengolah berbagai informasi. Meskipun memudahkan kita dalam berinteraksi satu sama lain akibat mudahnya arus informasi di era digital, membuat kita juga harus menghadapi berbagai tantangan yang muncul di era ini," jelasnya, Kamis (12/9/2019).

Rudiantara mencontohkan, tantangan dunia digital yang paling menonjol ialah rentannya penyebaran konten negatif melalui internet berupa hoaks, persekusi di dunia maya atau cyber-bullying, dan online radicalism atau paham radikalisme yang berkembang di dunia maya. Oleh karenanya, pemerintah menggelar konten siberkreasi yang menekankan penyebaran konten positif di tengah gencarnya konten hoaks di dunia digital.

Ilustrasi

"Siberkreasi sebagai gerakan nasional berupaya untuk menanggulangi hal-hal tersebut dengan melakukan literasi digital. Bersama siberkreasi kita mendorong netizen Indonesia untuk aktif berpartisipasi dalam menyebarkan konten positif secara konsisten di dunia maya. Sehingga dengan memanfaatkan perkembangan teknologi ini kita bisa berkembang dan produktif di dunia digital," ujar Menkominfo Rudiantara.

Gerakan Nasional Literasi Digital Siberkreasi merupakan gerakan sinergis yang mendorong pengguna internet/ netizen di Indonesia dalam menggunakan internet secara lebih bijak dan bertanggung jawab. Gerakan ini diinisiasi oleh beberapa kementerian, komunitas/ organisasi, dan private sector.

“Berbagai macam informasi bisa kita dapatkan di media sosial, baik yang positif maupun yang negatif. Untuk itu dibutuhkan literasi digital agar masyarakat luas mampu memilih dan memilah konten serta memerangi info hoax, hate speech dan berita negatif lainnya. Ponsel dan internet itu ibarat pisau bermata dua, yang harus ditingkatkan adalah kemampuan kita untuk menggunakan internet secara baik," imbuh Rudiantara.

Salah satu program Siberkreasi adalah Siberkreasi Netizen Fair 2019 yang diadakan setiap tahun. Adapun gelaran Siberkreasi Netizen Fair 2019 akan berlangsung di The Kasablanka Hall, Kota Kasablanka, Jakarta pada 5 Oktober mendatang. Kegiatan ini merupakan gelaran ketiga setelah dua tahun sebelumnya Siberkreasi Netizen Fair sukses digelar.

Siberkreasi Netizen Fair 2019 menjadi wadah yang harus dimanfaatkan dengan baik oleh seluruh lapisan masyarakat. “Siberkreasi Netizen Fair adalah event yang penuh dengan energi positif dari dunia siber. Mulai dari bermacam workshop, entertainment & penghargaan. Orang harus datang untuk mendapatkan inspirasi, ilmu & kreativitas baru, jika ingin aktif berkontribusi dalam dunia siber," ujar Ketua Divisi Kreatif GNLD Siberkreasi, Yosi Mokalu.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini