nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Ketua KPK Bantah Tudingan Alexander Marwata soal Konpers Kasus Etik Firli Bahuri

Puteranegara Batubara, Jurnalis · Kamis 12 September 2019 20:32 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2019 09 12 337 2104151 ketua-kpk-bantah-tudingan-alexander-marwata-soal-konpers-kasus-etik-firli-bahuri-4yVPC5JozY.jpg (Foto: Puteranegara/Okezone)

JAKARTA - Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Agus Rahardjo menanggapi pernyataan Wakil Ketua KPK, Alexander Marwata soal pengumuman dugaan pelanggaran berat Firli Bahuri ketika menjalani uji kelayakan dan kepatutan (fit and proper test) di DPR RI, Kamis (12/9/2019).

Alex menyebut langkah koleganya, Saut Situmorang mengumumkan dugaan pelanggaran etik berat yang dilakukan mantan Deputi Penindakan KPK itu tidak sah dari sisi pengambilan keputusan, jika berdasarkan prinsip kolektif kolegial pimpinan KPK.

Hal ini lantaran, tiga dari lima pimpinan KPK sudah menyatakan ingin menutup kasus Firli. Mereka adalah dirinya sendiri, Basaria Panjaitan dan Agus Rahardjo.

Agus membantah pernyataan Alex. Dikatakannya, konferensi pers yang dilakukan Saut bersama Penasihat KPK, Mohammad Tsani Annafari atas persetujuan mayoritas pimpinan. Meskipun, Agus mengakui dalam pengambilan keputusan tersebut terdapat dinamika di antara pimpinan.

"Saya ingin mengklarifikasi, Pak Saut kemarin melakukan konferensi pers, itu adalah persetujuan mayoritas pimpinan, memang dalam prosesnya ada dinamika," kata Agus di Gedung KPK, Jakarta, Kamis (12/9/2019).

Foto: Puteranegara/Okezone

Namun Agus enggan mengungkap dinamika yang dimaksud. Termasuk nama pimpinan yang setuju dan yang tidak. Agus hanya menyebut perdebatan mengenai konferensi itu berlangsung melalui layanan pesan singkat WhatsApp. Agus juga sedang berada di luar kota pada saat konferensi pers Saut, Rabu (11/9).

"Saya kebetulan di luar kota, persetujuan pimpinan itu lewat WA. itu sekali lagi bukan Pak Saut berjalan sendirian, tapi persetujuan mayoritas pimpinan," kata Agus.

(qlh)

Berita Terkait

Pansel KPK

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini