nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

KPK Dianggap Tak Profesional Beberkan Dugaan Pelanggaran Etik

Harits Tryan Akhmad, Jurnalis · Kamis 12 September 2019 19:41 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2019 09 12 337 2104127 kpk-dianggap-tak-profesional-beberkan-dugaan-pelanggaran-etik-d5zW0f0cUW.jpg Ilustrasi (Foto: Dokumentasi Okezone)

JAKARTA - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menggelar konferensi pers terkait dugaan pelanggaran etik mantan Deputi Penindakan Irjen Firli Bahuri pada Rabu, 11 September 2019, kemarin.‎

Menilai hal itu, Ahli Hukum Pidana Kapitra Ampera menyayangkan sikap KPK yang menggelar konferensi soal kode etik ini secara tiba-tiba. Karena itu dia menilai lembaga antirasuah itu tidak profesional lantaran tidak adanya keterbukaan dan kejelasan mengenai proses pemeriksaan pengawasan internal selama ini.

"Tidak profesional, sementara selama ini tidak pernah dirilis kode etik dilangsungkan dan siapa majelis kode etiknya itu," ujar Kapitra melalui keterangan tertulisnya, Kamis (12/9/2019).

Ilustrasi

Karena itu, Kapitra pun mempertanyakan mengapa pengumuman dugaan pelanggaran Irjen Firli itu digaungkan saat bergulirnya proses fit and proper test calon pimpinan KPK oleh Komisi III DPR.

Baca Juga: Capim Firli Bahuri Bermasalah, Komisi III: KPK Buang Buah Busuk ke Kami!

Kapitra menduga dimunculkannya wacana tersebut ada skenario dan upaya dari KPK untuk mencegah atau menggagalkan Irjen Firli sebagai salah satu kandidat calon pimpinan KPK.

"Karena tujuannya hanya menghambat. Ini kan (Firli) belum tentu dipilih oleh DPR tapi sudah nampak betul upaya-upaya untuk menggagalkannya," terangnya.

Bila benar ada skenario untuk menjatuhkan salah satu Capim KPK, dia pun menganggap KPK tak lagi mengedepankan unsur profesionalnya sebagai lembaga penagak hukum.

"Saat ini KPK sudah tidak proposional, mau dibawa kemana KPK kalau sudah ada rasa kebencian kepada institusi," tegas Kapitra.

Oleh sebab itu, Kapitra meminta kepada Presiden Indonesia Joko Widodo (Jokowi) untuk mengambil sikap terhadap lembaga antirasuah ini.

"Ini jelek , saya minta kepada kepolisian untuk mencabut segala fasilitas itu dan minta juga agar Presiden memecat Saut Situmorang. Memberhentikannya, ini sudah tidak fair, Presiden harus turun tangan," tandas Kapitra.

Dalam konferensi pers tersebut, KPK menyatakan capim KPK Irjen Firli Bahuri melanggar kode etik berat ketika menjabat sebagai Deputi Penindakan lembaga rasuah tersebut. Namun, Alex mengaku tidak mengetahui adanya rencana konferensi pers itu.

1
2

Berita Terkait

Revisi UU KPK

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini