nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Dicecar Komisi III, Alexander Marwata Akui Ketidakkompakan Pimpinan KPK

Arie Dwi Satrio, Jurnalis · Kamis 12 September 2019 15:06 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2019 09 12 337 2103998 dicecar-komisi-iii-alexander-marwata-akui-ketidakkompakan-pimpinan-kpk-36tFsDcgxg.jpg Alexander Martawata menjalani uji kelayakan dan kepatutan di Komisi III DPR RI (Foto: Arie Dwi Satrio)

JAKARTA - Calon Pimpinan (Capim) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) petahana, Alexander Marwata membeberkan permasalahan di internal lembaga antirasuah. Hal itu dibeberkannya saat menjalani fit and proper test atau uji kelayakan dan kepatutan di Komisi III DPR RI.

Alex membeberkan permasalahan di internal KPK setelah mendapatkan serangan pertanyaan dari anggota Komisi III DPR RI terkait konferensi pers (konpers) dugaan pelanggaran etik mantan Deputi Penindakan KPK , Firli Bahuri.

Baca Juga: Alexander Marwata Beberkan Pemberhentian Firli Bahuri dari KPK

Awalnya, anggota Komisi III DPR Fraksi Gerindra, Desmond ‎J Mahesa mempertanyakan soal legalitas konferensi pers dugaan pelanggaran etik Firli. Sebab, merunut pernyataan Alex, kata Desmond, keputusan untuk menggelar konferensi pers tersebut tidak atas kesepakatan semua pimpinan KPK.

"Jadi, press conference kemarin itu apa sebenarnya, keterangan Pak Alex kelihatan press conference mengada-ada, ada dua jawaban pak. Pertama, itu tidak berdasarkan keputusan pimpinan yang kolektif kolegial," ujar Desmond ke Alex di ruang rapat Komisi III DPR, Senayan, Jakarta, Kamis (12/9/2019).

"Yang kedua dari keterangan Pak Alex bahwa itu sudah tidak ada masalah tapi pres conference kemarin itu melanggar, ada putusan enggak yang memperkuat atau pernyataan Pak Saut kemarin, ini kan aneh, ini tolong dijelaskan," imbuhnya.

KPK

Alex menjelaskan belum ada surat dari pimpinan KPK yang menyatakan Firli Bahuri bersalah. Sebab, kata Alex, proses pemeriksaan terkait dugaan pelanggaran etik Firli belum rampung.

"Surat yang dikeluarkan pimpinan terkait Pak Firli itu adalah diberhentikan dengan hormat, itu untuk mengembalikan yang bersangkutan ke Kepolisian," jawab Alex.

Baca Juga: Alexander Marwata Ngaku Tak Tahu Konpers Dugaan Pelanggaran Firli Bahuri

Desmond kembali mencecar Alex soal dasar KPK menggelar konferensi pers dugaan pelanggaran etik Firli tersebut.‎ Pasalnya, belum ada keputusan dari pimpinan KPK yang menyatakan bahwa Firli Bahuri bersalah.

Alex pun menjelaskan bahwa keputusan pimpinan menjadi permasalahan tersendiri di KPK. Kata Alex, untuk menentukan keputusan, pimpinan harus mengambil keputusan secara kolektif kolegial.‎

"Ketidakbersamaan, ketidakkompakan pimpinan, itu saya harus akui di depan bapak ibu sekalian itu kesalahan pimpinan itu harus saya akui Pak Masinton, itu kesalahan pimpinan," kata Alex.

Atas kejadian konferensi pers kemarin, Alex pun telah membuka komunikasi dengan Ketua KPK, Agus Rahardjo. Alex meminta kepada Agus agar ke depannya lima ‎pimpinan satu suara.

"Saya bilang, Pak Agus ini kondisi ini harus kita jelaskan ke publik, kita harus meredakan hiruk pikuk ini, tiga bulan terakhir usahakannya kita itu bersatu kembali, satu suara, satu pikiran kita selesaikan persoalan di dalam, yang nggak setuju silakan keluar," katanya.

Sekadar informasi, KPK menggelar konferensi pers terkait dugaan pelanggaran etik Firli Bahuri pada Rabu, 11 September 2019, kemarin.‎ Konferensi pers tersebut dihadiri pimpinan KPK, Saut Situmorang, penasihat KPK, Muhammad Tsani, dan Juru Bicara KPK, Febri Diansyah.

Dalam konferensi pers tersebut, KPK menyatakan Capim lembaga antirasuah, Irjen Firli Bahuri melanggar kode etik berat ketika menjabat sebagai Deputi Penindakan KPK. Namun, Alex mengaku tidak mengetahui adanya rencana konferensi pers tersebut.

1
2

Berita Terkait

Pansel KPK

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini